Kisruh Ekspor Benih Lobster Libatkan Susi Pudjiastuti-Edhy Prabowo, Jokowi Jawab Begini, Bela Siapa?

Kisruh Ekspor Benih Lobster Libatkan Susi Pudjiastuti-Edhy Prabowo, Jokowi Jawab Begini, Bela Siapa?

int
Kisruh Ekspor Benih Lobster Libatkan Susi Pudjiastuti-Edhy Prabowo, Jokowi pun Bicara, Bela Siapa? 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rencana pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka keran eksspor benih lobster jadi kontroversi.

Rencana yang diungkapkan menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo ini mendulang kritikan dari banyak pihak.

Kritik bahkan datang dari mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti.

Susi Pujiastuti Soroti Ekspor Benih Lobster Singgung Harley Davidson

Susi Mengaku Senang Serahkan Jabatannya ke Edhy Prabowo, Tapi Menangis Saat Dibacakan Puisi

Komentar kritik dari Susi Pudjiastuti antara ini juga melalui akun twitternya, Sabtu (14/12/2019).

Ia mengatakan, lebih baik dan bernilai ekonomis jika mengekspor lobster dewasa, dan bukan benih lobster 

"Lobster di foto ini: Lobster Mutiara, berat kira2..1,2kg sd 1,4 kg Harga per kg nya saat ini min Rp 5 jt. Bibitnya diambil dr Laut diekspor ke Vietnam per ekor cuma Rp 139.000. Bener kita harus ekspor bibitnya??Apa tidak lebih baik tunggu besar&jual dg harga lebih dr 30Xnya," ujarnya.

Jokowi Menjawab

Presiden Joko Widodo menjawab kritik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti soal rencana pemerintah membuka ekspor bibit lobster.

Jokowi mengatakan, keinginan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk mencabut larangan ekspor bibit lobster harus dilihat dari efek kemanfaatan dan lingkungannya.

"Yang paling penting, menurut saya, negara mendapatkan manfaat, nelayan mendapatkan manfaat, lingkungan tidak rusak. Yang paling penting itu," ujar Presiden Jokowi saat ditanya wartawan seusai meresmikan Tol Balikpapan-Samarinda di Kabupaten Kutai Kertanegara, Selasa (17/12/2019).

Jokowi mengingatkan, ekspor bibit lobster harus memperhatikan faktor keseimbangan. Artinya, nilai tambah untuk dalam negeri harus diperoleh dan lingkungan juga tidak rusak.

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. (KOMPAS.COM/DOK KKP)

"Jangan juga awur-awuran, semua ditangkapin, diekspor, juga enggak benar," kata Jokowi.

Namun, Jokowi juga menilai, pemerintah tidak bisa hanya melarang ekspor benih lobster. Sebab, banyak nelayan tergantung dengan ekspor benih lobster ini.

"Keseimbangan itu paling penting, bukan hanya bilang jangan (ekspor)," kata dia. Oleh karena itu, menurut Jokowi, pemerintah bersama para pakar masih mengkaji aturan terkait ekspor benih lobster ini.

Jokowi yakin akan mendapatkan formula terbaik dari kajian tersebut.

"Saya kira pakar-pakarnya tahulah mengenai bagaimana tetap menjaga lingkungan, agar lobster itu tidak diselundupkan, tidak dieskpor secara awur-awuran, tapi juga nelayan dapat manfaat dari sana, nilai tambah ada di negara kita," ujarnya.

Sebagai penggagas aturan yang melarang ekspor baby lobster, eks Menteri KKP Susi Pudjiastuti sebelumnya menyatakan keberatan jika akhirnya ekspor dibuka kembali.

Saat masih menjabat Menteri KKP, kala itu Susi mengaku khawatir besarnya ekspor benih lobster ke Vietnam akan membuat kerusakan ekologi.

Tingginya permintaan benih lobster dari Vietnam membuat benih lobster dieksploitasi lewat penangkapan besar-besaran.

Padahal, kata Susi, jika benih lobster atau benur dibiarkan hidup di laut bebas, bisa bernilai sangat tinggi saat lobster dewasa ditangkap nelayan pada masa mendatang.

Pasca-kritikan Susi, Edhy Prabowo menegaskan bahwa pihaknya baru mengkaji soal wacana membuka ekspor benih lobster.

Tidak Boleh Punah

Menteri Susi Pudjiastuti Ungkap Alasan Berani Lawan Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Susi Pudjiastuti (Tribunnews)

Sebelumnya Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga terlihat menanggapi rencana kebijakan pemerintah yang akan membuka keran ekspor benih lobster.

Halaman
123
Editor: Ina Maharani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved