Korupsi DLH Bone

Kasus Dugaan Korupsi DLH Bone, Polisi Belum Tetapkan Tersangka

Meski terduga pelaku mantan Kadis DLH Bone, Asmar Arabe sudah mengembalikan kerugian negara berdasarkan petunjuk BPK.

Kasus Dugaan Korupsi DLH Bone, Polisi Belum Tetapkan Tersangka
justang/tribunbone.com
Kasat Reskrim Polres Bone Iptu Mohammad Pahrun 

TRIBUNBONE.COM, WATAMPONE - Penyidik Unit Tipidkor Polres Bone belum menetapkan tersangka pada kasus dugaan korupsi swakelola Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bone hingga saat ini.

Padahal unsur tindak pidana pada kasus tersebut disebut-sebut sudah ada.

Audit BPK juga menjelaskan ada kerugian negara Rp550 juta.

Meski terduga pelaku mantan Kadis DLH Bone, Asmar Arabe sudah mengembalikan kerugian negara berdasarkan petunjuk BPK.

Namun hal itu tidak mengugurkan pidananya. Berdasarkan Pasal 4 UU Pemberantasan Tipikor No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah oleh UU No 20 Tahun 2001.

Kasat Reskrim Polres Bone, Iptu Mohammad Pahrun mengakui pengembalian kerugian negara pada kasus dugaan tindak pidana korupsi DLH Bone tidak menghapus pidana.

Namun, mantan Kanit Tipidkor Polres Bone yang menjabat bertahun-tahun tersebut mengaku masih mengkaji dan mendalami kasus tersebut.

"Fakta yuridisnya memang hal itu. Semua orang akan mengatakan hal yang sama bahwa pengembalian tidak menghapus pidana, namun kami akan mendalami pengembalian itu," kata Pahrun, Selasa (17/12/2019).

Ia mengaku membutuhkan pendapat saksi ahli terkait pengambalian kerugian negara yang telah dilakukan oleh Asmar.

"Kita tentukan setelah hasil gelar perkara karena kami masih akan mendalami termasuk melibatkan saksi ahli dalam pengembalian itu. Jadi kami terlebih dahulu akan mendatangkan ahli terkait pengembalian itu,"jelas Pahrun.

"Setelah itu akan dilakukan gelar perkara paling lambat satu bulan ke depan," tambahnya.

Terpisah Asmar Arabe soal pengembalian kerugian negara itu berpandangan semua tergantung dari aparat penegak hukum saja.

"Karena statusnya juga semua yang dianggap terkait masih sebagai terlapor. Belum ada yang pernah ditetapkan sebagai tersangka," kata Asmar.

Penulis: Justang Muhammad
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved