Perubahan GBHN

Bahas Perubahan GBHN, Wakil Ketua MPR Minta Pertimbangan Akademisi Unhas

Kunjungan ini dalam rangka mendengarkan pandangan, serta memperoleh saran dan masukan akademisi mengenai rancangan Garis-garis Besar Haluan Negara (GB

Bahas Perubahan GBHN, Wakil Ketua MPR Minta Pertimbangan Akademisi Unhas
Dok. Unhas
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Koordinator Bidang Pengkajian Ketatanegaraan, Dr Syariefuddin Hasan, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR-Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Koordinator Bidang Pengkajian Ketatanegaraan, Dr Syariefuddin Hasan, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin.

Kunjungan ini dalam rangka mendengarkan pandangan, serta memperoleh saran dan masukan akademisi mengenai rancangan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Dr Syariefuddin Hasan diterima langsung oleh Rektor Unhas, Prof Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, di Lounge Rektor Unhas, Lt. 8 Gedung Rektorat Unhas, Kampus Tamalanrea, Makassar, Senin (16/12/2019).

Dalam pengantarnya, Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu, menyambut hangat kedatangan Wakil MPR RI di Unhas.

Prof Dwia mengatakan bahwa kunjungan ini akan menjadi ruang dialog antara Unhas sebagai Perguruan Tinggi dan MPR RI guna mendengarkan ide maupun gagasan tentang GBHN.

"Bagi kami MPR adalah salah satu wadah menyalurkan aspirasi untuk menyampaikan pokok pikiran yang kedepan kami harapkan bisa ditindaklanjuti," jelas Prof Dwia.

Pada kesempatan yang sama, Dr Syariefuddin Hasan, mengungkapkan bahwa kehadirannya beserta rombongan didasari oleh pertimbangan perlunya mendengarkan saran dan masukan kampus untuk membahas standar GBHN.

Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Koordinator Bidang Pengkajian Ketatanegaraan, Dr Syariefuddin Hasan, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Koordinator Bidang Pengkajian Ketatanegaraan, Dr Syariefuddin Hasan, kunjungan kerja ke Universitas Hasanuddin (Dok. Unhas)

Yang bisa ditetapkan sebagai arah dalam membuat keputusan maupun kebijakan.

"Saya memilih Unhas karena menurut saya ini salah satu kampus terbaik. Kami ingin membuka pintu kepada masyarakat maupun akademik untuk memberikan saran dan masukan kepada MPR tentang GBHN kedepan seperti apa," jelas Syarief Hasan.

Menanggapi hal tersebut, Prof Dwia mendukung adanya pembahasan GBHN ini.

Halaman
12
Penulis: Alfian
Editor: Syamsul Bahri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved