Trafficking

Tiga Anak Dibawah Umur Serahkan Keperawanan di Tempat Karaoke, Modus 'Penjual'

Mereka menyerahkan keperawanan saat bekerja di salah satu tempat karaoke esek-esek bukit senyum di Bintan.

Editor: Ansar
Youtube
ilustrasi 

TRIBUN-TIMUR.COM - Tiga orang yang menjadi korban perdagangan anak di bawah umur ternyata menyerahkan kesuciannya kepada laki-laki hidung belang.

Mereka menyerahkan keperawanan saat bekerja di salah satu tempat karaoke esek-esek bukit senyum di Bintan.

Ini korban berinisial S (13), P (16), N (17) yang masih dibawah umur saat diperiksa penyidik PPA Satreskrim Polres Bintan.

Ketiganya menjadi korban para lelaki hidung belang di Bar Dahlia eks lokalisasi Bukit Senyum, Tanjunguban, Bintan.

"Ketiganya mengaku kepada polisi kalau baru pertama kali melakukan hubungan badan setelah bekerja di sana," terang Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Agus Hasanuddin, Senin (16/12/2019).

Kakak beradik di Bintan yang menjadi pelaku perdagangan manusia dengan korban 4 wanita, 3 di antaranya anak di bawah umur nampak tidak menyesali perbuatannya
Kakak beradik di Bintan yang menjadi pelaku perdagangan manusia dengan korban 4 wanita, 3 di antaranya anak di bawah umur nampak tidak menyesali perbuatannya (tribunBatam.com)

Pengakuan korban tersebut makin memperkuat hasil visum yang telah dilakukan. 

"Kalau untuk tarif ketiga korban, saat menyerahkan perawannya kepada lelaki hidung belang mulai dari Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu," terangnya.

Agus menceritakan, bisnis esek-esek yang dilakoni ZA (43) dan NA (35) memang belum genap sebulan.

Beruntung informasi soal adanya anak di bawah umur yang diperdagangkan cepat didapatkan dari masyarakat.

"Saat kita dapatkan informasi itu, kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan mucikari (ZA) dan perekrut (NA)," ujarnya.

Agus juga menyebutkan,selain ketiga korban dibawah umur, korban lain dari bisnis yang dijalani kedua tersangka yakni A (23).

Seluruh korban dijanjikan bekerja sebagai pelayan toko oleh tersangka NA.

Setelah para korban terlilit hutang, pelaku NA menawarkan para korban kerja sebagai pemandu lagu dengan gaji Rp 1,5 juta/bulan di Kabupaten Bintan.

“Semua identitas para korban sudah dipalsukan termasuk nama dan usia serta statusnya yang belum menikah sudah menikah. Kita mengamankan kopian kutipan akte nikah," katanya

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved