Litbang Agama Makassar

Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar

Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar

Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar - kepala-balitbang-agama-makassar-saprillah-syahrir.jpg
tribun-timur.com
Kepala Balitbang Agama Makassar Saprillah Syahrir sambutan acara Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan di Kawasan Timur Indonesia Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (12/12/2019).
Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar - profesor-riset-balitbang-agama-makassar-prof-dr-idham-mpd.jpg
tribun-timur.com
Profesor Riset Balitbang Agama Makassar, Prof Dr Idham M.Pd (kanan), mengikuti Diseminasi Hasil Penelitian dan Pengembangan di Kawasan Timur Indonesia Tahun 2019 di Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (12/12/2019)
Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar - husnul-fahimah-ilyas-peneliti-litbang-agama-makassar.jpg
tribun-timur.com
Husnul Fahimah Ilyas Peneliti Litbang Agama Makassar menjelaskan salah satu hasil karya Litbang Agama Makassar membuat Buku Gambar Aksara Lontara
Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar - peneliti-litbang-agama-makassar-syamsuril-adhan.jpg
tribun-timur.com
Peneliti Litbang Agama Makassar Syamsurijal Adhan menjelaskan latar belakang film pendek Tondok Solata yang diproduksi Litbang Agama Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah Satu Prestasi Litbang Agama Makassar, Al Quran Terjemahan Mandar dari Profesor Riset Kelar

Kitab Suci Al Quran Terjemahan Bahasa Mandar dan Indonesia ini diterjemahkan Profesor Riset Balitbang Agama Makassar, Prof Dr Idham, M.Pd.

Terjemahan Al Quran Bahasa Mandar dan Indonesia ini diterbitkan Unit Percetakan Al-Quran (UPQ) sejak 10 November 2019 lalu.

Kepala Balitbang Agama Makassar Saprillah Syahrir sangat bersyukur dan mengapresiasi prestasi ini.

“Setelah selesai ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushab Al-Quran (LPMQ) Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama R.I., Al-Quran terjemahan bahasa Mandar ini dicetak oleh UPQ, dan Insya Allah terbit tanggal 10 November 2019,” kata Idham beberapa waktu lalu.

Menurut Idham, Al-Quran yang ia terjemahkan ini merupakan edisi revisi yang pernah dicetak sebelumnya.

Ia sebelumnya sudah pernah menerjemahkan Al-Quran berbahasa Mandar pada 2005, dan diterbitkan di Arab Saudi oleh Mujamma Malik Faj Arab Saudi di Madinah.

“Saya akhirnya merasa terpanggil menerjemahkan kembali Al-Quran ke bahasa Mandar, setelah menerima banyak masukan dari edisi pertama. Alhamdulillah, BLAM tahun 2019 ini memfasilitasi penerjemahan Al-Quran dalam bentuk dua kali kegiatan workshop di Majene, Sulawesi Barat, yang melibatkan 33 pakar bahasa Mandar dan ulama,” kata Peneliti Ahli Utama BLAM, ini

Idham pertama kali menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar saat duduk dibangku kuliah strata satu di IAIN Alauddin Makassar (kini UIN Alauddin Makassar) pada 1995.

Seusai menerjemahkan, terjemahan itu kemudian diedit oleh pakar bahasa Mandar dan ulama, seperti Rahman Halim, KH Sahabuddin, Husni Jamaluddin, Ahmad Sahur, dan Suradi Yasil.

Idham selanjutnya membawa naskah terjemahan tersebut ke Mujamma Malik Faj Arab Saudi, Madinah, pada 2000, dan lima tahun kemudian (2005) baru diterbitkan.

Banyak kendala yang Idham alami selama proses menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar. Salah satu kendalanya, bahasa Mandar banyak yang tidak punya padanan dalam bahasa Arab, dan demikian pula sebaliknya.

“Saya tertarik menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Mandar, karena selain memang belum ada Al-Quran berbahasa Mandar, juga karena pekerjaan ini semata untuk ibadah,” kata pria kelahiran 1973, ini.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Mansur AM
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved