PT Vale Indonesia

PT Vale Indonesia dan BPBD Luwu Simulasi Tindak Darurat Bendungan Seri Sungai Larona

Simulasi berlangsung dari 11-12 Desember 2019 di Lapangan Soekarno Hatta, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi

PT Vale Indonesia dan BPBD Luwu Simulasi Tindak Darurat Bendungan Seri Sungai Larona
Dok.PT Vale Indonesia
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk sudah melaksanakan simulasi rencana tindak darurat Bendungan Seri Sungai Larona. Simulasi berlangsung dari 11-12 Desember 2019 di Lapangan Soekarno Hatta, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk sudah melaksanakan simulasi rencana tindak darurat Bendungan Seri Sungai Larona.

Simulasi berlangsung dari 11-12 Desember 2019 di Lapangan Soekarno Hatta, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Simulasi berupaya mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan dan bagaimana menghadapi kondisi darurat, pengenalan lokasi muster point dan lokasi evakuasi serta dan pengenalan sistem peringatan dini.

Kepala BPBD Luwu Timur, Muhammad Zabur mengatakan, simulasi dilaksanakan bukan pertanda atau berarti bendungan di bawah pengelolaan PT Vale Indonesia dalam kondisi kritis.

"Namun sebagai latihan kesiapsiagaan masyarakat dan pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat kegagalan bendungan," kata Zabur kepada TribunLutim.com, Kamis (12/12/2019).

Seperti diketahui, ada tiga PLTA PT Vale Indonesia di Luwu Timur. PLTA tersebut adalah PLTA Larona, PLTA Balambano dan PLTA Karebbe.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk sudah melaksanakan simulasi rencana tindak darurat Bendungan Seri Sungai Larona. Simulasi berlangsung dari 11-12 Desember 2019 di Lapangan Soekarno Hatta, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).
Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia Tbk sudah melaksanakan simulasi rencana tindak darurat Bendungan Seri Sungai Larona. Simulasi berlangsung dari 11-12 Desember 2019 di Lapangan Soekarno Hatta, Jl Sam Ratulangi, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel). (Dok.PT Vale Indonesia)

Ketiga PLTA beroperasi sejak tahun 1978, 1999 dan 2011 itu menghasilkan energi listrik sebesar 365 megawatt.

"Hingga saat ini bendungan dibawah pengelolaan PT Vale Indonesia merupakan salah satu bendungan di Indonesia,"

"Bendungan dengan perawatan yang baik dan selalu di kontrol oleh Komisi Keamanan Bendungan," tutur Zabur.

Dalam simulasi diperlihatkan bagaimana alur informasi keadaan Bendungan Larona mulai dari PT Vale Indonesia memberitahukan ke bupati.

Halaman
12
Penulis: Ivan Ismar
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved