Proyek Rel Kereta Api di Maros

Pemilik Menolak, Ganti Rugi 38 Bidang Tanah Proyek Kereta Api di Maros Diserahkan ke Pengadilan

Konsinyasi merupakan proses penitipan uang ganti rugi bagi pemilik lahan yang menolak lahannya dibebaskan sesuai harga yang ditetapkan tim apraisal.

Pemilik Menolak, Ganti Rugi 38 Bidang Tanah Proyek Kereta Api di Maros Diserahkan ke Pengadilan
amiruddin/tribun-timur.com
Pembayaran ganti rugi pembebasan lahan kereta api di Maros Baru, pada Selasa (22/10/2019) lalu. 

TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Pejabat Pembuat Komitmen Pengadaan Tanah Jalur Kereta Api Wilayah Kabupaten Maros, Rizal Fathoni, mengatakan pembebasan lahan untuk pembangunan rel kereta api terus digenjot.

Saat ini, kata dia, baru terdapat tujuh bidang tanah yang telah dibayarkan.

Selain itu, terdapat 38 bidang tanah lainnya yang telah diajukan untuk konsinyasi di Pengadilan Negeri Maros.

Konsinyasi merupakan proses penitipan uang ganti rugi bagi pemilik lahan yang menolak lahannya dibebaskan sesuai harga yang ditetapkan tim apraisal.

"Awalnya hanya 12 yang diajukan untuk konsinyasi. Namun saat ini bertambah hingga 38 bidang tanah yang diajukan proses konsinyasi," kata Rizal Fathoni, kepada tribun-maros.com, Kamis (12/12/2019).

Rizal Fathoni menambahkan, jumlah tersebut kemungkinan bertambah.

Pasalnya, sebanyak 112 bidang tanah lainnya diminta diajukan untuk konsinyasi lagi, awal tahun depan.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya kembali akan melakukan pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan di Maros.

"Rencana pekan depan, kami kembali akan melakukan pembayaran ganti rugi kepada pemilik lahan di Maros dan Pangkep," ujarnya.

Jumlah bidang tanah yang rencananya dibayarkan sebanyak 38 bidang tanah.

Halaman
12
Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved