Jusuf Kalla

Mantan Wapres Jusuf Kalla Tentang Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Berlawanan Jokowi

Mantan Wapres Jusuf Kalla Tentang Mendikbud Nadiem Makarim hapus Ujian Nasional, berlawanan Jokowi.

Mantan Wapres Jusuf Kalla Tentang Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional, Berlawanan Jokowi
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO DAN ANTARA/WAHYU PUTRO A
Mantan Wapres RI, Jusuf Kalla dan Mendikbud, Nadiem Makarim. 

JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan Wapres Jusuf Kalla tentang Mendikbud Nadiem Makarim hapus Ujian Nasional, berlawanan Jokowi.

Tokoh bangsa, M Jusuf Kalla (77), Kamis (12/12/2019), kembali menegaskan ketidaksetujuannya atas rencana pemerintah menghapus Ujian Nasional (UN) di tahun ajaran 2021 mendatang.

Di hari yang sama, Presiden Jokowi menegaskan mendukung kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem untuk menggantikan UN dengan ujian kompetensi berbasis sekolah.

Menurut JK, jika Ujian Nasional dihapuskan maka akan menciptakan generasi yang lembek, dan akan menurunkan mutu pendidikan nasional.

Dikatakan, generasi penerus bangsa harus ditantang dengan ujian, untuk berusaha dan bekerja lebih keras.

“Untuk menjadi anak bangsa yang hebat, harus melalui ujian yang susah, harus kerja keras, kalau tidak diuji ya jadi lembek,” kata Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan suai menjadi keynote speaker pada acara Semiloka Nasional "Refleksi Implementasi Media Indonesia" yang diselenggarakan Komnas HAM RI di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (12/12/2019) siang.

Siapa Berani Protes Mendikbud Nadiem Makarim Hapus Ujian Nasional (UN)? Presiden Jokowi Saja Setuju

Menjawab pertanyaan wartawan, mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat pada era Megawati Soekarnoputri ini menegaskan, UN akan menjadi semacam alat tekan ‘external pressure' untuk menjadikan calon mahasiswa lebih tegar menghadapi cobaan.

Menurut Jusuf Kalla, pemerintah harus lebih tegas merespon prokontra pemberlakuan UN.

“Jangan karena guru protes, orangtua protes, murid protes, sehingga dihapus, itu alasannya karena susah. Kalau mau jadi bangsa yang hebat harus melewati hal yang susah.”

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia itu meminta pemerintah era sekarang tidak menyamakan kualitas peserta didik di Indonesia dengan di negara yang maju pendidikannya.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved