Hina Gus Muwafiq di FB, Banser Sulbar Laporkan Akun Facebook Anwar Abbas

Kepala Asisten Informasi dan Komunikasi Satkorwil Banser Sulbar, Muhammad Iksan Hidayah mengatakan, postingan Anwar Abbas

Hina Gus Muwafiq di FB, Banser Sulbar Laporkan Akun Facebook Anwar Abbas
nurhadi/tribunmamuju.com
Kepala Asisten Informasi dan Komunikasi Satkorwil Banser Sulbar bersama jumlah kader Banser menyampaikan laporan di SPKT Polresta Mamuju terkait dugaan penghinaan Gus Muwafiq oleh akun facebook bernama Anwar Abbas. 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAMUJU - Satuan Kordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Sulawesi Barat melaporkan pemilik akun facebook Anwar Abbas ke Polresta Mamuju, Rabu (11/12/2019) malam.

Anwar Abbas mempostingan gambar aditan Gus Muwafiq dengan keterangan nada menghina

"Yang bela gondrong ini dan rela mati buat gondrong sassu (menjijikan) ini, berarti bukan Islam dan nabinya bukan Nabi Muhammad SAW," begitu keterangan foto editan Gus Muwafiq yang diposting akun facebook Anwar Abbas.

Kepala Asisten Informasi dan Komunikasi Satkorwil Banser Sulbar, Muhammad Iksan Hidayah mengatakan, postingan Anwar Abbas merupakan bentuk penghinaan ulama NU, K.H. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq.

“Iya kami laporkan malam ini akun facebook atas nama Anwar Abbas. Masalah ini kita bawa ke ranah hukum agar jadi pembelajaran bagi siapa saja, untuk tidak sembarangan dalam bermedsos. Apalagi yang dihina-hina adalah seorang ulama," tegasnya kepada wartawan usai menyampaikan laporan di SPKT Polresta Mamuju.

Iksan melaporkan akun facebook Anwar Abbas dengan dalih dugaan pelanggaran Undang-undang Nomor 11 Tahun 2018 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik.

"Kita serahkan ke polisi untuk menghindari munculnya permasalahan baru,"ucapnya.

Menurutnya, tidak sepantasnya hinaan dan cacian di media sosial dialamatkan kepada ulama.

Jika karena potongan video Gus Muwafiq, kata dia, Gus Muafiq sendiri sudah mengklarifikasi dan bahkan sudah minta maaf sebanyak dua kali melalui video yang diunggah di media sosial.

“Semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Jari harus dikontrol jangan terlalu muda mengetik hinaan, ketika tidak di pertimbangkan dampaknya bisa berakibat fatal bagi kita maupun orang lain. Mari bijak bermedsos,"pungkas mantan Kasat Korcab Banser Mamuju itu.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved