Bendungan PT Vale

Bendungan PT Vale Indonesia Luwu Timur Mampu Tahan Gempa Sampai 8-9 SR

Seperti diketahui, ada tiga PLTA PT Vale Indonesia di Kabupaten Luwu Timur. PLTA tersebut adalah PLTA Larona (Dam Batu Besi), PLTA Balambano dan PLTA

Bendungan PT Vale Indonesia Luwu Timur Mampu Tahan Gempa Sampai 8-9 SR
Dok.PT Vale Indonesia Tbk
PLTA Karebbe PT Vale Indonesia Tbk 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur mengimbau masyarakat tidak khawatir perihal kondisi bendungan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) PT Vale Indonesia Tbk saat terjadi gempa.

Seperti diketahui, ada tiga PLTA PT Vale Indonesia di Kabupaten Luwu Timur. PLTA tersebut adalah PLTA Larona (Dam Batu Besi), PLTA Balambano dan PLTA Karebbe.

Kepala BPBD Luwu Timur, Muh Zabur mengatakan bendungan-bendungan yang dikelola PT Vale Indonesia Tbk direncanakan dengan baik dan dapat menahan gempa.

Seperti Bendungan Batubesi dengan type CFRD dapat menahan gempa 6-7 Skala Richter (SR).

"Saat ini dalam perkuatan untuk bisa menahan gempa hingga 8 SR," kata Zabur kepada TribunLutim.com, Kamis (12/12/2019).

Selanjutnya, Bendungan Balambano dengan type RCC Dam dapat menahan gempa 8-9 SR. Sedangkan Bendungan Karebbe dengan type LCVC dapat menahan gempa 7-8 SR," ungkap Zabur.

Informasi dihimpun dari situs Vale terkait sistem keamanan bendungan.

PLTA PT Vale, telah mengantongi sertifikat keamanan bendungan dari Komisi Keamanan Bendungan sesuai dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 72/PRT/1997 tentang keamanan bendungan. Juga dilengkapi sejumlah dokumen perizinan.

Karebbe telah mengantongi Izin Operasi dari Menteri Pekerjaan Umum No.PR.01.04-Mn/58 (8 Februari 2012) dan Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan No.PR.05.01/KKB/14 (7 Februari 2012).

PLTA Karebbe PT Vale Indonesia Tbk
PLTA Karebbe PT Vale Indonesia Tbk (Dok.PT Vale Indonesia Tbk)

Sementara Balambano memiliki Sertifikat Keamanan Bendungan untuk Pengoperasian Waduk dari Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah No. 04/KB/Mn/2001 (2 Juli 2001) dan Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan No. IR.01.11/KKB/22 (27 Juni 2001).

Sedangkan Larona (Dam Batu Besi) memiliki Izin Operasi Menteri Pekerjaan Umum No. PR.01.04.Mn/139 (10 Maret 2010) dan Rekomendasi Komisi Keamanan Bendungan No. PR.05.01/KKB/23 (5 Maret 2010).

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved