Tribun Mamasa

Program Marasa di Mamasa Dinilai Tidak Maksimal, Ini Penyebabnya

Program itu merupakan program yang dicetuskan pemerintahan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan wakilnya Enny Anggraeni Anwar.

Program Marasa di Mamasa Dinilai Tidak Maksimal, Ini Penyebabnya
semuel/tribunmamasa.com
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Yahya. 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Program masyarakat Mandiri, Cerdas dan Sehat (Marasa) merupakan program pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Program itu merupakan program yang dicetuskan pemerintahan Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar dan wakilnya Enny Anggraeni Anwar.

Sasaran dari program ini, yaitu mengentaskan kemiskinan, terutama desa yang menjadi lokus stunting.

Di Kabupaten Mamasa sendiri terdapat 22 desa yang menjadi lokus stunting.

Berdasarkan informasinya, program ini mulai direalisasikan pada pertengahan tahun 2019.

Namun dalam perjalanannya, program Marasa di Kabupaten Mamasa dinilai tidak berjalan maksimal.

Kepala Dinas Pemerintah Desa, Yahya mengatakan, untuk program Marasa tahun 2019, ada sebanyak 10 desa yang menjadi alokasi program itu di Mamasa.

Untuk setiap desa, masing-masing mendapat anggaran sebanyak 300 juta rupiah.

Namun ada beberapa kendala yang dihadapi setiap desa terkait realisasi program tersebut.

Bukan tidak beralasan, bahwa menurut Yahya, realisasi anggaran Marasa tahap pertama mengalami hambatan soal pencairan.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved