Tribun Bulukumba
Demo Malam Hari, PMII Bulukumba Minta Kapolda Sulsel di Copot
Ketua PMII Bulukumba Ramil Syam mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai wujud kekecewaan terhadap Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Sudirman
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba, berunjuk rasa di perempatan Teko, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, Selasa (10/12/2019) malam.
Aksi tersebut dilakukan dengan membakar ban bekas dengan berorasi secara bergantian.
Ketua PMII Bulukumba Ramil Syam mengatakan, bahwa aksi tersebut sebagai wujud kekecewaan terhadap Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe.
Mereka menilai Irjen Pol Mas Guntur Laupe tidak berhasil memimpin anggotannya.
Polisi yang dikenal sebagai penegak hukum, pengayom, penasehat, dan pelindung masyarakat, sudah keluar dari koridornya.
Seperti salah satunya yang terjadi di Pangkajene Kepulauan (Pangkep).
Oknum polisi di Polres Pangkep diduga telah melakukan tindakan represif terhadap aktivis PMII.
"Salah satu korban represif yang dilakukan oleh pengamanan Polda Sulsel yakni, pemukulan pengurus PC PMII Pangkep, tanggal 10 Desember 2019, oleh anggota Polres Pangkep," kata Ramil, Rabu (11/12/2019).
Selain itu, Ramil juga membeberkan kejadian lain.
Seperti tidak adanya perhatian khusus oleh aparat keamanan, saat bentrok sesama aktivis di Bulukumba.
Serta ketidakmampuan aparat kepolisian, dalam mengusut penyerangan Sekretariat PC PMII Makassar.
"Olehnya kami meminta Kapolda Sulsel untuk dicopot dari jabatannya," pungkas Ramil. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi, IG: @arisandifirki
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur: