Dua Kelompok Warga Bentrok di Majene

Bentrok Warga Tewaskan 1 Orang di Sendana Majene Dipicu Sengketa Tanah

Selain meninggal dunia, satu korban lainnya, Usman (45) mengalami luka berat sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Bentrok Warga Tewaskan 1 Orang di Sendana Majene Dipicu Sengketa Tanah
nurhadi/tribunmamuju.com
Polres Majene rilis tindak pidana perkelahian yang menewaskan satu orang. Polisi memperlihatkan tersangka mengenakan baju tahanan dan barang bukti 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAJENE - Dua kelompok warga bertikai di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulbar, Selasa (10/12/2019).

Satu orang tewas dalam kejadian itu karena terkena sabetan parang. Kejadian sekitar Pukul 10.00 Wita.

Korban bernama Arifin (50), meninggal terkena sabetan parang lawannya, Zulkarnain (37), saat bertemu di jalan Lingkungan Somba Timur.

Selain meninggal dunia, satu korban lainnya, Usman (45) mengalami luka berat sehingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Reskrim Polres Majenen AKP Pandu Arief Setiawan menerangkan, kejadian bermula saat pelaku berada di rumah orang tuanya di Lingkungan Somba Timur

Dikatakan, awalnya korban luka berat Usman mendatangi rumah orang tua pelaku dan masuk di dalam pekarangan rumah dengan membawa sebilah parang panjang.

Usman kemudian berjalan ke arah pelaku sehingga pelaku juga menghunus parangnya dan mengayunkan ke arah Usman dan mengenai badan.

Melihat saudaranya terluka, korban tewas, Arifin juga menyusul mencabut parangnya, sehingga pelaku balik menyerang Arifin.

Arifin mengalami luka tebas pada sejumlah bagian tubuhnya sehingga mengakibatkan tewas ditempat.

"Setelah kejadian pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Sendana didampingi kepala Lingkungan Limbua, demi keamanan dan langsung kita bawa ke Polres Majene,"kata AKP Pandu via whatsapp.

Dari hasil informasi yang berhasil dihimpun kepolisian diketahui peristiwa berdarah tersebut dipicu sengketa kepemilihan sebidang tanah.

"Kedua belah pihak saling klaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Sehingga memicu amarah keduanya,"ungkap pewira polisi pangkat tiga balok itu kepada wartawan di Mapolres Majene.

Usai kejadian polisi menyita sejumlah alat bukti, diantaranya satu bilah parang milik pelaku panjang 42 cm, satu buah topi warna hitam, satu lembar baju kaos warna abu-abu, satu lembar celana panjang warna cream, sepasang sepatu warna putih dan celana traning panjang milik korban.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved