Suke Toraja

Suke, Wadah Ballo yang Masih tetap Lestari pada Suku Toraja

Bahkan, sebuah pepata di Toraja mengatakan, "Tannia to Toraja ke taek na iru' Tuak" yang artinya Bukan orang Toraja kalau tidak minum Tuak.

Suke, Wadah Ballo yang Masih tetap Lestari pada Suku Toraja
Tomy Paseru
Penggunaan Suke atau potongan bambu muda yang digunakan suku Toraja hingga kini, Selasa (10/12/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE--Tuak atau Ballo' merupakan salah satu ciri khas Suku Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (10/12/2019).

Bahkan, sebuah pepata di Toraja mengatakan, "Tannia to Toraja ke taek na iru' Tuak" yang artinya Bukan orang Toraja kalau tidak minum Tuak.

Namun, Tuak yang menjadi ciri khas suku Toraja tak luput dari "Suke" atau bambu muda yang dipotong seukuran panjang tangan orang dewasa.

Pada umumnya, Suke digunakan masyarakat Toraja sebagai wadah untuk mengkonsumsi air putih dan juga Ballo'.

Mengunakan Suke sudah menjadi kebiasaan masyarakat Toraja sejak zaman nenek moyang.

Tak hanya sekedar sebagai wadah, masyarakat Toraja juga mempercayai, dengan meminum air ataupun Ballo' dari Suke akan terasa berbeda dan tentunya lebih nikmat.

Untuk diketahui, Suke lebih sering digunakan dalam setiap kegiatan adat, seperti Rambu Tuka dan Rambu Solo'.

Dalam kegiatan adat itu, ratusan Suke yang dibuat akan diberikan kepada setiap tamu yang datang, kemudian ditawari untuk minum Ballo'.

Seperti pantaun TribunToraja di pelaksanaan ritual adat Massura' Tallang Aluk Todolo di taman PKK Makale, Tana Toraja Selasa (10/12/2019) sore.

Masyarakat yang hadir lengkap dengan Ballo' dan juga Suke.

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved