Hari Anti Korupsi

Peringati Hari Anti Korupsi: Sahabat Abraham Samad: Aktivis Antikorupsi Berduka di Era Jokowi ini

Menurut Syamsuddin Alimsyah, semangat pemberantasan korupsi dilanda musibah. Organ-organ pemberantasan korupsi sedang dilumpuhkan.

Courtesy: Anwar Razak, Direktur Kopel Indonesia
Aktivis dalam Kemah Pemuda dan Warga di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/12/2019). Kemah dalam rangka Hari Korupsi Sedunia ini digelar tanggal 7 sampai dengan 9 Desember 2019. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aktivis Anti Korupsi, Syamsuddin Alimsyah, mengungkap duka saat memeringati Hari Anti Korupsi Internasional, Senin (9/12/2019).

Sahabat mantan Ketua KPK Abraham Samad itu memeringati Hari Anti Korupsi bersama aktivis anti korupsi di Malino, Gowa.

Komite Pemantau Legislatif (Kopel) menggelar Kemah Pemuda dan Warga di Malino bersama KKP Unismuh, dalam rangka Hari Anti Korupsi Internasional, di Camp Demokrasi Kopel, Batulapisi, Malino.

Hadir dalam Kemah Pemuda dan Warga itu sekitar 200 aktivis dari berbagai daerah .

“Kegiatan Kemah Anti Korupsi adalah agenda rutin Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia. Namun pelaksanaan kali ini menjadi spesial. Kali ini para aktivis anti korupsi sedang berduka,” kata Syamsuddin Alimsyah, yang juga Pendiri Kopel Indonesia.

Menurut Syamsuddin Alimsyah, semangat pemberantasan korupsi di era sekarang sedang dilanda musibah. Organ-organ pemberantasan korupsi sedang dilumpuhkan. UU yang mengatur pemberantasan korupsi sedang dilemahkan.

“Alih alih respon menerbitkan Perpu KPK seperti yang disuarakan publik, bahkan praktikanya, presidem di era sekarang malah sedang mengobral remisi kepada para koruptor. Sebuah kebijakan yang menyedihkan dan melemahkan semamgat dalam pemberantasan korupsi. Reformasi sedang dikorupsi,” jelas Syamsuddin Alimsyah.

Sahabat Abraham Samad itu menegaskan, mendesak perlu evaluasi desain gerakan pemberantasan korupsi terutama bagi masyarakat sipil. Perlu gerakan penyadaran bagi masyarakat untuk terus maju dan menjadikan korupsi sebagai musuh bersama

“Di era sekarang, di zaman kepemimpinan Presiden Jokowi ini, kita semua aktivis anti korupsi sedang berduka. Makanya, peringatan Hari Anti Korupsi 2019 ini sejatinya dirayakan dengan penuh duka cita,” kata Syamsuddin Alimsyah.

Setiap tahun, Kopel menggelar Kemah Anti Korupsi dalam rangka memeringati Hari Anti Korupsi Internasional.

Dalam momen Hari Anti Korupsi 2019 ini, Kopel menggelar Kemah Pemuda dan Warga Anti Korupsi di Malino Sulawesi Selatan

“Hari Anti Korupsi Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2019 diperingati oleh segala kalangan untuk mengingatkan sesama untuk tidak melakukan korupsi. Kopel Indonesia dalam peringatan hari Anti Korupsi Sedunia ini akan menggelar Kemah Pemuda dan Warga dari tanggal 7 sampai dengan 9 Desember 2019 di Malino, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan,” jelas Direktur Kopel Indonesia, Anwar Razak.

Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi (enam dari kanan) dan Pendiri Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah (tiga dari kiri) bersama aktivis antikorupsi dalam Kemah Pemuda Warga dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 di di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/12/2019).
Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi (enam dari kanan) dan Pendiri Kopel Indonesia Syamsuddin Alimsyah (tiga dari kiri) bersama aktivis antikorupsi dalam Kemah Pemuda Warga dalam rangka Hari Anti Korupsi Sedunia 2019 di di Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Senin (9/12/2019). (dokumentasi Kopel Sulsel)

Menurut Anwar Razak Direktur Kopel Indonesia, Kemah Pemuda dan Warga yang bertemakan Pilkada Berintegritas dan Anti Politik Uang ini akan dihadiri oleh KPK, Dirjen Otonomi Daerah, Ketua Bawaslu Sulsel HL Arumahi, dan KPU. Mereka hadir sebagai narasumber dalam talkshow dan deklarasi Anti Politik Uang.

“Pemilihan tema Pilkada Berintegritas dan Anti Politik Uang merupakan kampanye dan pembangunan komitmen bagi kelompok masyarakat dan penyelenggara karena tidaj lama lagi Pilkada serentak akan diselenggarakan di seluruh Indonesia pada tahun 2020. Di semua daerah yang akan melaksanakan Pilkada telah melakukan beberapa tahapan seperti pendaftaran calon. Di sini sangat rawan terjadinya politik uang. Oleh karenanya kegiatan ini sangat penting,” jelas Anwar Razak Direktur Kopel Indonesia.(*)

Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved