Tribun Luwu

Kejari Luwu Lidik Proyek PLTMH, Dugaan Kerugian Capai Rp 3,2 Miliar

Kejaksaan Negeri Luwu menaikkan status penyeledikan ke penyidikan dugaan korupsi pada pembangunan proyek PLTMH

Kejari Luwu Lidik Proyek PLTMH, Dugaan Kerugian Capai Rp 3,2 Miliar
TRIBUN TIMUR/DESY ARSYAD
Proyek PLTMH kini didalami Kejaksaan Negeri Luwu, diduga kerugian capai Rp 3,2 Miliar. 

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Kejaksaan Negeri Luwu menaikkan status penyeledikan ke penyidikan dugaan korupsi pada pembangunan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidrolik (PLTMH) yang tersebar di empat desa yang ada di Kabupaten Luwu.

Pembangunan PLTMH di empat desa itu, berasal dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan, tahun anggaran 2017-2018.

Dugaan sementara, kerugian diperkirakan capai Rp 3,2 Miliar.

"Satusnya sudah penyidikan, dugaan kita ada kerugian negara sekitar 800 juta pertitik kegiatan. Ini hitungan sementara, nanti ada tim ahli yang menghitung jumlah pastinya," ujar Kasiintel Kajari Luwu, Alexander Rantelabi, Senin (9/12/2019).

Untuk diketahui, pembangunan PLTMH masing-masing di Desa Dampan, anggaran Rp 2,1 Miliar pada tahun 2018, dikerjakan PT Panrita Utama Sejahtera.

Kemudian di Desa Kanna dengan anggaran Rp 2,4 Miliar yang dikerjakan pada 2017 oleh CV Radhian Elektric.

Selanjutnya didesa Kaladi Darusalam dan Desa Ilan Batu Uru, dengan anggaran Rp 4,9 Miliar untuk kedua desa tersebut.

"Jika ada peristiwa tipikor tidak ada kompromi dengan itu. Untuk PLTMH kita putuskan sudah terdapat bukti permulaan yang cukup adanya indikasi tipidkor pada pembangunan dan pengadaan PLTMH," ujar Kepala Kejari Luwu, Erny Veronika Maramba.

Ia menjelaskan akan segera menentukan tersangka dalam kasus ini.

"Dari tahap ini kami akan cari bukti terang, untuk menentukan tersangka. Lebih 30 orang yang dimintai keterangan," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Desy Arsyad
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved