Hari Anti Korupsi

Hari Anti Korupsi, Penyelesaian Kasus Tipikor di Kejari Luwu Timur 'Loyo'

Kepemimpinan Avilla mendapat sorotan dari Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun.

Hari Anti Korupsi, Penyelesaian Kasus Tipikor di Kejari Luwu Timur 'Loyo'
Dok.ACC
Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur memperingati Hari Anti Korupsi (HAK) Internasional, Senin 9 Desember 2019. Peringatan dipimpin Kepala Kejari Luwu Timur, Yohanes Avilla Agus Awanto Putra di Kantornya.

Kepemimpinan Avilla mendapat sorotan dari Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun.

Avilla sudah memimpin institusi adhyaksa di Luwu Timur sejak tanggal 12 Oktober 2017 atau sudah dua tahun menjabat sebagai Kejari Luwu Timur.

Pengangkatan Avilla berdasarkan keputusan Jaksa Agung RI nomor Kep IV-558/C/09/2017, yang ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan, Dr Bambang Waluyo, SH.

Namun dua tahun kepemimpinan Avilla ditambah dua kali perayaan Hari Anti Korupsi, tidak ada satu pun kasus dugaan korupsi yang naik atau lanjut ke pengadilan tipikor.

Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun mengatakan, Hari Korupsi Anti Korupsi bertujuan meningkatkan kesadaran akan korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

Menurutnya, korupsi sudah melibatkan penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan perilaku tidak jujur dan tidak etis yang mengarah pada keuntungan pribadi.

Menurut Kadir, banyak dugaan korupsi bermunculan baik dari media cetak atau elektronik (online). Bahkan aduan langsung masyarakat yang belum menjadi perhatian serius oleh kejaksaan.

"Proyek Pujasera yang anggarannya miliaran, dugaan penyalahgunaan jabatan alsintan yang menyeret nama oknum anggota DPRD misalnya. Padahal ini media intens memberitakan," kata Kadir dalam rilisnya kepada TribunLutim.com, Senin (8/12/2019).

Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun
Direktur Anti Coruppiton Committe (ACC) Sulawesi, Abdul Kadir Wokanubun (Dok.ACC)

Kadir mendesak komisi kejaksaan agar mengevaluasi kinerja Kepala Kejari Luwu Timur yang hingga dua tahun jabatannya belum ada satupun kasus dugaan korupsi yang dinaikkan.

"Ya paling tidak kita mendesak Kejaksaan Tinggi Sulsel dan komisi Kejaksaan untuk mengevaluasi kinerja dikarenakan tidak ada kasus dugaan korupsi yang dinaikkan," imbuhnya. (*)

Laporan Wartawan TribunLutim.com, vanbo19

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Ivan Ismar
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved