Tribun Kampus

Mahasiswa STIE Nobel Indonesia Gelar Baksos di Desa Pattallikang Gowa

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian HMJM STIE Nobel Indonesia terhadap pendidikan di Indonesia.

Mahasiswa STIE Nobel Indonesia Gelar Baksos di Desa Pattallikang Gowa - himpunan-mahasiswa-jurusan-manajemenga.jpg
STIE Nobel Indonesia
Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial (management care) di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Kegiatan bertema “Let's Share Our Love To Another” ini dilaksanakan Sabtu-MInggu (7/8/122019).
Mahasiswa STIE Nobel Indonesia Gelar Baksos di Desa Pattallikang Gowa - himpunan-mahasiswa-jurusan-manajemengse.jpg
STIE Nobel Indonesia
Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial (management care) di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Kegiatan bertema “Let's Share Our Love To Another” ini dilaksanakan Sabtu-MInggu (7/8/122019).

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Nobel Indonesia melaksanakan kegiatan bakti sosial (management care) di Madrasah Ibtidaiyah (MI), Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa.

Kegiatan bertema “Let's Share Our Love To Another” ini dilaksanakan Sabtu-MInggu (7/8/122019).

Diikuti oleh keluarga besar Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) STIE Nobel Indonesia.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian HMJM STIE Nobel Indonesia terhadap pendidikan di Indonesia. Bentuk kesadaran bahwa ilmu yang diperoleh di ruangan perkuliahan harus diabdikan dalam bentuk nyata.

Tujuan penyelenggaraan kegiatan untuk meningkatkan rasa berbagi dengan sesama dan peduli terhadap edukasi pendidikan, serta membantu memperbaiki fasilitas sekolah yang kurang layak demi meningkatkan kenyamanan dalam proses belajar dan mengajar siswa.

Ketua Umum HMJM STIE Nobel Indonesia, Ansar Muhammad ,menuturkan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiwa yang tergabung dalam HMJM STIE Nobel Indonesia terhadap kondisi fasilitas pendidikan yang ada di Madrasah Ibtidaiyah.

“Kondisi sekolah tersebut memang sangat jauh dari kata layak dan saya berharap pihak pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten Gowa agar dapat memperhatikan kembali desa yang fasilitas pendidikannya kurang layak,” katanya.

Ketua Panitia Management Care, Andi Meisyah Arundani mengatakan bahwa pendidikan yang layak membutuhkan fasilitas yang layak.

“Demi kenyamanan dalam proses belajar mengajar siswa, sekolah ini butuh perhatian lebih dari seluruh kalangan. Saya sangat miris melihat sedikitnya siswa yang ada di sekolah tersebut merupakan gabungan dari seluruh tingkat kelas. Maka dari itu mari kita bersama-bersama mewujudkan harapan dan mimpi anak negeri yang ingin menempuh pendidikan dengan layak melalui fasilitas yang merata serta mari meningkatkan kepedulian dan kepekaan untuk tetap saling berbagi.

Pendidikan merupakan jalan awal bagi generasi penerus bangsa untuk menentukan masa depan Negara ini.

Maka mari bersama kita bahu membahu memperhatikan tempat pendidikan minimal yang ada disekitar kita.

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan selama disana yaitu pemberian edukasi, bermain games bersama, pembenahan ruangan kelas, pemberian santunan kepada pihak sekolah dan siswa.

Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved