Suami Siram Istri Pakai Air Panas

KDRT Sadis di Pasangkayu, Begini Reaksi Ketua DPRD Sulbar

KDRT dialami oleh Sinta Rahmayani. Ia dianiaya oleh suaminya Samiruddim (32). Penyebabnya diduga karena api cemburu sebab pelaku mencurigai korban sel

KDRT Sadis di Pasangkayu, Begini Reaksi Ketua DPRD Sulbar
Nurhadi/Tribun Timur
Ketua DPRD Mamuju Siti Suraidah Suhardi menerima penghargaan sebagai Ketua DPRD perempuan pertama di Mamuju dari Bupati Mamuju 

TRIBUN-TIMUR.COM, PASANGKAYU - Ketua DPRD Sulbar, Hj Sitti Suraidah Suhardi mengutuk keras tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tanggal (KDRT) di Kabupaten Pasangkayu.

Menurut Suraidah perbuatan KDRT tidak dibernarkan di Indonesia sebagai negara hukum.

"Lebih-lebih dalam pandangan agama. Itu sangat tidak dibernarkan apapun alasannya,"kata legislator perempuan Demokrat dari Dapil Sulawesi Barat V itu kepada Tribun-Timur.com, Minggu (8/12/2019).

KDRT dialami oleh Sinta Rahmayani. Ia dianiaya oleh suaminya Samiruddim (32). Penyebabnya diduga karena api cemburu sebab pelaku mencurigai korban selingkuh.

Korban dianiaya, diikat lalu palaku membakar plastik dan diteteskan ke tubuh korban.

Tak hanya itu, pelaku juga memasukkan pipa selang ke alat vital korban lalu disiram air panas. Perbuatan pelaku terbilang sadis dan tak manusiawi.

Kejadian itu dilakukan korban di rumahnya Dusun Deso, Desa Makmur Jaya, Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Pasangkayu.

Suraidah yang juga Mantan Ketua DPRD Mamuju mengatakan, seharusnya suami menjaga istrinya menjadi imam yang baik, bukan malam diperlakukan tidak manusiawi.

"Tentu juga harus dicari tau apa penyebab sehingga perselisihan terjadi, motifnya karena apa, apakah ekonomi, ataukah kareba cemburu atau ada masalah lain,"ujarnya.

Suraidah mengaku sangat prihatin apa yang dialami oleh korban. Olehnya ia mendesak aparat kepolisian menindak tegas pelaku dan memberikan hukuman yang setimpal.

"Harus ditindak tegas. Karena kita ini adalah negara hukum, kejadian ini tidak bisa ditolerir hampir mati ini pelaku kalau begini kasian,"tegasnya.

"Kalau sudah tidak disuka istri kembalikan ke orang tuanya. Jangan dibunuh atau disiksa seperti ini. Sakit jiwa kali yah ini laki-laki, sehingga se sadis ini,"sambung Suraidah setelah melihat foto kondisi korban.

Suraidah juga mengatakan, kejadian tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Utamanya Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak sebagai leading sektornya.

"Dinas terkait harus mengambil langkah-langkah atas masalah ini, mencari akar masalah sehingga kejadian sadis seperti ini tidak terulang,"katanya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved