Gubernur Sulsel

Dilarang Pakai Sandal Jepit ke Gubernuran, Tak Boleh Rokok, Boleh Celana Cingkrang Asal Tidak Robek

Saat berada di ruang tunggu, tamu diminta menunggu hingga gubernur berkenan menerima. Gerak gerik para tamu dipantau kamera pengintai, CCTV.

Dilarang Pakai Sandal Jepit ke Gubernuran, Tak Boleh Rokok, Boleh Celana Cingkrang Asal Tidak Robek
Pemprov Sulsel
Bupati Lutim Thorig Husler dan rombongan saat menemui Nurdin Abdullah di Rujab Gubernur Sulsel, Makassar, Senin (22/4/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Penjagaan Gubernuran, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, di Jl Sungai Tangka dan Jl Jenderal Sudirman, Makassar, kini lebih diperketat. Meski semua orang bisa masuk, tapi mereka harus berpakaian rapi dan tidak memakai sandal jepit.

“Gubernuran sekarang lebih teratur dan tertib. Tidak boleh lagi sembarang masuk. Harus berpakaian rapi dan bersih,” kata seorang warga yang mengaku hampir setiap hari berada di Gubernuran, Sabtu (7/12/2019).

Ratusan pemuda dan pimpinan organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) berdatangan ke Gubernuran, Sabtu (7/12/2019) sore. Mereka menghadiri Pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulsel.

Musda DPD I KNPI Sulsel dibuka Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) didampingi Ketua Umum DPP KNPI Noer Fajriensyah dan Ketua KNPI Sulsel Imran Eka Saputra di Baruga Karaeng Pattingalloang, Gubernuran. Setelah pembukaan, musda dilanjutkan di Malino, Gowa.

“Tidak ada masalah bagi kami selama di Gubernuran. Semua peserta pembukaan musda juga memakai pakaian rapi, bersepatu, dan bahkan memakai jas KNPI. Ini memang sudah menjadi tradisi kami di KNPI di acara resmi,” jelas Imran Eka Saputra.

Hanya saja, selama prosesi pembukaan, tak satu pun peserta yang merokok.
Merokok memang menjadi salah satu hal tabu, alias dilarang keras, di Gubernuran di jaman now.
Sejak NA tinggal di Gubernuran, September 2018, bangunan peninggalan Belanda ini dinyatakan bebas dari asap rokok.

Pintu Masuk
Ada dua pintu untuk mengakses halaman Gubernuran. Pintu pertama dari arah Jl Jenderal Sudirman. Pintu kedua dari Jl Sungai Tangka.

Meski bangunan Gedung Putih itu menghadap ke Jl Jenderal Sudirman, tapi pintu utama masuk halaman justru dari arah Jl Sungai Tangka.

Posko Utama Pengamanan Gubernuran juga terletak di samping pintu arah Jl Sungai Tangka.
Pintu Jl Jenderal Sudirman, biasanya hanya dua kali di buka dalam sehari, yaitu saat gubernur keluar Gubernuran dan saat gubernur masuk Gubernuran.

Pintu Jl Jenderal Sudirman hanya dilewati gubernur dan tamu VVIP.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: AS Kambie
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved