Harley Davidson

Sejarah Harley Davidson, Heboh Setelah Jadi Barang Selundupan Pimpinan Garuda Indonesia

Diduga motor Harley Davidson tersebut diselundupkan salah satu pimpinan Garuda Indonesia tanpa melaporkan ke Bea dan Cukai.

Sejarah Harley Davidson, Heboh Setelah Jadi Barang Selundupan Pimpinan Garuda Indonesia
Kompas.com
Sejarah Harley Davidson, Heboh Setelah Jadi Barang Selundupan Pimpinan Garuda Indonesia 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Motor Harley Davidson menjadi perbincangan publik.

Pasalnya motor tersebut menjadi barang ilegal dalam pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900.

Diduga motor Harley Davidson tersebut diselundupkan salah satu pimpinan Garuda Indonesia tanpa melaporkan ke Bea dan Cukai.

Tak hanya motor Harley Davidson, ada pula dua buah sepeda Brompton seharga puluhan juta rupiah.

Dilansir dari Kompas.com, kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan di armada baru milik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (KOMPAS100: GIAA) Airbus A330-900 berbuntut pencopotan Direktur Utama maskapai pelat merah tersebut, I Gusti I Gusti Ngurah Askhara atau Ari Ashkara (AA).

Terungkapnya kasus tersebut bermula ketika Petugas Bea dan Cukai menemukan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton ilegal di hanggar PT Garuda Maintenance Facility (GMF).

Dilansir dari Tribunnews Otomotif, Harley-Davidson Motor Company adalah produsen sepeda motor Amerika Serikat yang bermarkas di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Perusahaan ini adalah salah satu dari 3 perusahaan pembuat sepeda motor Amerika yang masih tersisa (sisanya adalah Victory dan Cleveland & Cyclewerks).

Sepeda motor Harley Davidson yang diselundupkan melalui pesawat udara Garuda Indonesia dari Perancis.
Sepeda motor Harley Davidson yang diselundupkan melalui pesawat udara Garuda Indonesia dari Perancis. (KOMPAS.COM)

Harley Davidson sempat menjadi penghasil sepeda motor terbesar di dunia selama periode akhir Perang Dunia I hingga tahun 1928.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 1903 oleh William S. Harley dan Arthur Davidson.

Halaman
1234
Penulis: Desi Triana Aswan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved