Tribun Mamasa

Komunitas Perempuan di Mamasa Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kampanye anti kekerasan dan anak digelar di Simpang Lima Kota Mamasa, Sabtu (7/12/2019).

Komunitas Perempuan di Mamasa Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak
semuel
kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak oleh sejumlah komunitas perempuan di Mamasa, Sulbar 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Komunitas perempuan di Mamasa menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kampanye anti kekerasan dan anak digelar di Simpang Lima Kota Mamasa, Sabtu (7/12/2019).

Kegitan itu diinisiasi Pengurus Sinode Persekutuan Perempuan Gereja Toraja Mamasa, (PPr-GTM), Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Mamasa (PP-GTM), Pengurus Persekutuan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesa (P3BTI).

Kampanye ini juga diikuti sejumlah komunitas perempuan lainnya, baik dari pengurus masjid, PKK, Darma Wanita, Mahasiswa, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Secara bergantian, komunitas perempuan ini berorasi meneriakkan penolakan terhadap kekerasa perempuan dan anak.

Selain itu, juga menyuarakan penolakan terhadap penggunaan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di Mamasa.

Mereka menganggap, kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah bentuk kejahatan yang melanggar hak asasi manusia.

Ketua PPr-GTM Mamasa, Yuliana Allo mengatakan, kekerasan terhadap perempuan dan anak merupakan bentuk kejahatan.

Sehingga menurutnya, hal tersebut mesti dihentikan di Kabupaten Mamasa, karena bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan bertentangan dengan ajaran agama.

Sementara Pengurus PP-GTM, Taty Rumba mengatakan, beberapa bulan lalu di Mamasa ditemukan adanya pengedar narkoba.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved