Setelah JK Pensiun

Terima Penghargaan dari Chairul Tanjung, Jusuf Kalla Sebut Istri Sudah Bosan Pensiun

Untuk mengusir sepi dan kebosanan sebagai orang pensiun, JK aktif jalan keliling daerah sambil pantau bisnis.

Tim Media JK
Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla, sambutan usai menerima penghargaan CNBC Indonesia Award 2019 kategori Lifetime Achievement dari Chairman CT Corp, Chairul Tanjung, di The Westin, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/11/2019) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menerima penghargaan CNBC Indonesia Award 2019 kategori Lifetime Achievement, Rabu (4/11/2019) malam.

Penghargaan diserahkan Chairman CT Corp Chairul Tanjung di The Westin, Kuningan, Jakarta.

Saat sambutan di acara penyerahan penghargaan CNBC Indonesia Award 2019 itu, Jusuf Kalla mengungkapkan aktivitasnya selama 44 hari pensiun.

Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla menerima penghargaan CNBC Indonesia Award 2019 kategori Lifetime Achievement yang diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung di The Westin, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/11/2019).
Wapres RI ke 10 dan 12, Jusuf Kalla menerima penghargaan CNBC Indonesia Award 2019 kategori Lifetime Achievement yang diserahkan langsung oleh Chairman CT Corp Chairul Tanjung di The Westin, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/11/2019). (Tim Media JK)

JK pensiun sebagai wakil presiden (wapres) per 20 Oktober 2019.

Setelah Jusuf Kalla pensiun, mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu mulai dihampiri kebosanan.

Dia bercerita, 10 hari pertama usai pensiun selalu merasa hari Sabtu, sebab tidak lagi melakukan kebiasaan seperti saat menjabat wakil presiden.

"Saya sudah 1 bulan setengah pensiun. Sebenarnya, waktu terakhir menjabat saya sempat ketemu Wapres China, dia bilang saya yakin Vice Presiden sama dengan teman lain. Pensiun tapi tidak istirahat. Jadi, 10 hari pertama pensiun saya merasa hari Sabtu terus," Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla mengatakan, hari-hari tanpa rutinitas mengurus negara membuatnya bosan. Tidak hanya dirinya, sang istri Mufidah Jusuf Kalla juga merasakan hal yang sama.

"Bosen juga hari Sabtu terus, ibu bosan juga kita tinggal di rumah panjang-panjang. Hari pertama kedua masih enak, kemudian seterusnya kenapa di rumah terus? Jadi sekarang kita keliling Indonesia lihat bisnis, lihat keadaan," kata Jusuf Kalla.

Untuk mengusir kebosanan sebagai orang pensiun, JK aktif jalan keliling daerah sambil pantau bisnis.

Bagi JK, berakhirnya masa jabatan bukan berarti berhenti mengelola ekonomi. Sebab, sebagai kepala keluarga tetap harus melakukan strategi agar perekonomian tetap jalan.

"Mengurus rumah tangga dan menjabat kepala negara tak jauh beda. Jadi tetap saja ini kehidupan jalan, kita tidak bisa hanya di rumah. Dulu liburan banyak, sekarang tidak. Usaha katering yang biasa saja, sekarang menu nya diubah. Sebagai pengusaha, perusahaan tidak pernah kita hentikan penjualannya tapi kita promosi," jelas Jusuf Kalla.

Istirahat di Makassar
Wapres RI ke 10 dan 12 Jusuf Kalla tiba di Makassar di hari ke-enam masa pensiunnya, Sabtu (26/10/2019) pagi. Dia berada di Makassar hingga Senin (28/10/2019).

Sabtu petang, JK Salat Magrib bersama Menteri Pertanian (Mentan) 2014-2019 Andi Amran Sulaiman di Masjid Al Markaz Jenderal M Jusuf, Makassar.

Di hadapan jamaah Al Markaz, JK menyatakan pulang ke Makassar benar-benar untuk menikmati istirahat, sekaligus silaturahmi dan bertemu sahabat. Dia mengaku sudah 19 tahun meninggalkan Makassar dan hanya pulang sesekali, itu pun lebih banyak karena tugas negara.

“Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan jamaah selama memimpin pemerintahan, sejak 19 tahun lalu meninggalkan Makassar. Selama 19 tahun ini, berbagai hasil telah kita capai berkat dukungan masyarakat, termasuk kondisi keamanan yang terjaga dengan baik,” jelas Jusuf Kalla.

Tiba di kediaman pribadi, Jl Haji Bau, JK sarapan bersama kerabat dan sahabat. Hadir dalam jamuan makan pagi ini, antara lain, pendiri Bosowa HM Aksa Mahmud, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA), Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe, Menko Kesra 1999-2000 Prof Basri Hasanuddin, Ketua MUI Sulsel AGH Sanusi Baco, Pj Wali Kota Makassar Iqbal Suhaeb, Wali Kota Makassar 2004-2014 Ilham Arief Sirajuddin, dan Wakil Wali Kota Makassar 2014-2019 Syamsi Rizal Deng Ical.

Turut menyambut JK di Jl Haji Bau camat dan lurah se-Makassar serta karyawan Hadji Kalla Group.

JK mengatakan ingin beristirahat setelah puluhan tahun bergelut mengurus negara. JK mulai aktif mengurus negara di pemerintahan pusat saat diangkat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia (1999-2000) oleh Presiden Abdurracham Wachid (Gus Dur).

Dia mengaku akan fokus lagi mengurus organisasi sosial, pendidikan, dan agama
JK akan memikirkan ulang jika ditawari terlihat dalam pemerintahan lagi, termasuk jika ada tawaran menjadi Dewan Pertimbamgan Presiden (Wantimpres) 2019-2024.

"Nanti dipikirkan (kalau ada ditawari). Karena (kalau diterima) tidak lagi bisa urus sosial, organisasi, bisnis dan perusahaan. Banyak tidaknya," ujar JK.

JK bersama Ibu Mufidah juga menghadiri perayaan Ulang Tahun Ke-67 Kalla Group di Nipah Mall. Usai mengikuti acara, JK belanja pakaian di salah satu gerai departemen store di Nipah Mall Makassar.

JK membeli 3 lembar celana kain panjang,1 lembar celana pendek, 1 lembar baju kemeja lengan panjang, serta 1 lembar baju koko. Harga pakaian yang dibeli JK berkisar Rp 200-250 ribu rupiah per lembar.

Sebelumnya JK bersama Ibu Mufidah didampingi NA, Orjen Mas Guntur, Iqbal, Ilham, makan malam bersama di salah satu resto yang ada di Nipah Mall.(*)

Halaman
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved