Bank Indonesia

Rektor Unhas Dorong Vokasi Terapan untuk Hasilkan SDM Andal

Dalam acara ini juga dilaksanakan Leader’s talk, dengan tema Memimpin Perubahan: Mewujudkan Mimpi, Membangun Negeri.

Rektor Unhas Dorong Vokasi Terapan untuk Hasilkan SDM Andal
abdiwan/tribun-timur.com
Leader’s talk, yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan, di Pinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (5/12/2019). (ABDIWAN) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menggelar Pertemuan Tahunan 2019 bertema Sinergi, Transformasi, Inovasi, Menuju Indonesia Maju, di Pinisi Ballroom Hotel Claro Makassar, Kamis (5/12/2019).

Dalam acara ini juga dilaksanakan Leader’s talk, dengan tema Memimpin Perubahan: Mewujudkan Mimpi, Membangun Negeri.

Hadir sebagai narasumber Dr Tanri Abeng, Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Kerja 2014-2019 Susi Pudjiastuti.

Hadir juga Rektor Univesitas Hasanuddin Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu, dan Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Good Corporate Governance dan Corporate Social Responsibility Suryani Sidik F Motik.

Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu mengatakan saat ini tetap dibutuhkan sumber daya manusia (SDM) andal di tengah pertumbuhan teknologi yang semakin canggih.

"Walau sekarang kita berkawan robot, SDM masih penting. SDM yang dihasilkan harus punya kapasitas, tak hanya Artificial Intelligence. Kecerdasan buatan bukan lawan SDM tapi harus komplementer," kata Dwia.

Menurutnya, SDM yang dihasilkan harus punya kapasitas, dan pogram utama untuk menaikkan SDM, tak mesti harus lulusan sarjana, tetapi bergantung kebutuhan.

Satu cara yang bisa dilakukan yakni mendorong vokasi terapan untuk keahlian tertentu yang dibutuhkan.

"Bisa saja lulusan SMA tapi memiliki skill tersertifikasi. Atau bisa juga tak mesti masuk S1, bisa vokasi terapan, sekarang tinggal kontekstual misalnya di Sulsel kebutuhannya apa, peternakan atau perikanan," ucap dia.

"Maka program pendidikan untuk menghasilkan luaran adalah yang bisa mengelola itu, cuma demand harus dibuat, kan perspektif kita kan khususnya orangtua tak sarjana artinya tak sukses. Itu yang harus diubah dulu mindsetnya," tambah Dwia.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved