Peninggalan SYL di Sulsel

Pemprov Sulsel Usut Lagi Peninggalan SYL Setelah Masjid 99 Kubah dan Stadion Barombong, The Rinra!

Bagi Syahrul, Masjid Kuba 99 memang amat emosional. Digagas di tengah periode akhir periode pertama ke-gubernur-annya- dan tak rampung hingga akhir

Pemprov Sulsel Usut Lagi Peninggalan SYL Setelah Masjid 99 Kubah dan Stadion Barombong, The Rinra!
Sanovra/Tribun Timur
Suasana Masjid 99 kubah dalam kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Selasa (19/11). Dinas Pengelolaaan Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, meski belum 100 persen, aktivitas ibadah sudah bisa dilakukan dalam masjid tersebut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan anggaran Rp32 Miliar untuk pengerjaan masjid 99 kubah. Masjid itu akan dilanjutkan kembali pengerjaannya tahun 2020 mendatang. 

"Yang ajak kan kamu, Saya niatkan dari BPH (rumah), akhir Ramadan ini mau salat tahiyattul masjid di masjid Kuba, Asmaul Husna ini, tapi karena belum Salat Lohor, ya sekalian," ujar Syahrul kepada Tribun, sekitar pukul 14.25 wita.

Syahrul datang didampingi sejumlah sahabat dan kerabat, antara lain; besan Syahrul, Andi Lutfhi Halide, Agus Sumantri, Amin Yakub, Syamsuddin Umar, Dr A Tobo Haeruddin, M Takdir "Dios" Derosari, Herman, dan beberapa kawan lamanya.

Tak lama kemudian ikut bergabung kakak kandung Syahrul, Tenri Yasin Limpo, dan adik iparnya Susilo Tamsil Harahap.

Syahrul datang menumpang mobil van Marcedez putih DD 5 YL. Di kabin, Syahrul duduk berdampingan besannya, dan 4 mantan kepala dinas provinsi di eranya.

Syahrul membawa sajadah khusus. Meski terlihat mentereng dari kejauhan, lantai marmer masjid belum mengkilap.

Bahkan debu sisa proyek dan material bangunan masih terlihat jelas.

Di gedung utama masjid yang didesain arsitek ternama Indonesia, M Ridwan Kamil (kini gubernur Jawa Barat), sejatinya sudah bisa dipakai salat berjamaah.

Interior kubah yang mengabadikan 99 nama Allah (asmaul husnah) di tiap penopang kubah, juga sudah rampung.

"Kalau saya masih gubernur ini, 2 bulan warga sudah bisa solat jamaah di sini," kata Syahrul, yang masa jabatan dua periodenya 6 April 2018 tahun lalu.

Sambil duduk bersila di lantai masjid yang masih berdebu, Syahrul bercerita awal mula ide dan pengalaman dia mewujudkan masjid yang dibiayai APBD senilai Rp172 miliar ini.

Halaman
1234
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved