Peninggalan SYL di Sulsel

Pemprov Sulsel Usut Lagi Peninggalan SYL Setelah Masjid 99 Kubah dan Stadion Barombong, The Rinra!

Bagi Syahrul, Masjid Kuba 99 memang amat emosional. Digagas di tengah periode akhir periode pertama ke-gubernur-annya- dan tak rampung hingga akhir

Pemprov Sulsel Usut Lagi Peninggalan SYL Setelah Masjid 99 Kubah dan Stadion Barombong, The Rinra!
Sanovra/Tribun Timur
Suasana Masjid 99 kubah dalam kawasan Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Selasa (19/11). Dinas Pengelolaaan Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang Sulsel, Andi Darmawan Bintang mengatakan, meski belum 100 persen, aktivitas ibadah sudah bisa dilakukan dalam masjid tersebut. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan masih membutuhkan anggaran Rp32 Miliar untuk pengerjaan masjid 99 kubah. Masjid itu akan dilanjutkan kembali pengerjaannya tahun 2020 mendatang. 

Kepada Tribun dan sejumlah rekannya, hampir 60 menit Syahrul bercerita awal mula gagasan serta proses sayembara masjid tahun 2014 lalu.

"Kata Ridwan, desainnya rumit dan tak ada yang mau implementasikan. Folding architech, kalau di tempat duduk kita sekarang ini dilipat (folding) kita pas di pucuk tengah lipatan. Nah karena rumit, mahal dan desainnya iconic, dan saya dikompai (dipuja-puji) petarung sama Emil, makanya saya berani mewujudkannya, nah sekarang kita orang pertama yang salat di sini," jelas Syahrul.

Bagi Syahrul, Masjid Kuba 99 memang amat emosional. Digagas di tengah periode akhir periode pertama ke-gubernur-annya- dan tak kunjung rampung 100% di akhir periode keduanya, 6 April 2018 lalu.

Desain rumit sebab pencahayaannya mengandalkan sekitar 287 dinding kaca di sela-sela 99 kubah.

Tiap kubah ada namanya; merujuk 99 nama besar Allah dalam Al Quran. Arrahman, Ar Rahim, Al Malik, Al Ganiy, Al Wahidu, Al Kahhar, dan seterusnya.
Nama-nama Allah itu dipahat di marmer segi enam, dan akan tembus cahaya.

"Nanti cahaya dari kubah itu akan memancar ke lantai sujud.." kata Syahrul sambil menengadah ke langit-langit masjid yang didominasi biru muda, kuning, merah, jingga.

Syahrul seakan tak mau berhenti mengisahkan keindahan dan manfaat masjid ini.

"Bismillah, di 27 Ramadan ini saya mau tegaskan, Kalaulah nanti masjid ini sudah dipakai rakyat, saya ikhlas nama saya tak ditulis di sini.," ujarnya dengan air mata membasahi bola matanya.

Awal mula lawatan ini, dimulai dari dialog di instant messaging dengan Tribun, Jumat (31/5/2019) siang.

Dia ingin masjid yang berada di kawasan perumahan, perkantoran dan kawasan istana negara di timur Indonesia itu, mulai bisa difungsikan.

Halaman
1234
Penulis: AS Kambie
Editor: AS Kambie
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved