Tribun Makassar

Gelar Upacara Hari Armada RI, Lantamal VI Kerahkan 2 Kapal Perang Ini

Upacara yang berlangsung di Dermaga Layang Markas Komando Lantamal VI Makassar, itu dipimpin Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Suratun

Muslimin emba
Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar mengelar upacara peringatan Hari Armada Republik Indonesia, Kamis (05/12/2019) pagi. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) VI Makassar, mengelar upacara peringatan Hari Armada Republik Indonesia, Kamis (05/12/2019).

Upacara yang berlangsung di Dermaga Layang Markas Komando Lantamal VI Makassar, itu dipimpin Wakil Komandan Lantamal VI Kolonel Laut (P) Suratun selaku inspektur upacara.

Ada dua kapal perang TNI AL dikerahkan mengawal upacara tahunan tersebut.

Kedua kapal itu, Kapal Angkatan Laut (KAL) Mamuju II-6-64 dan KAL Suluh Pari II-6-6.1.

Komandan Upacara Mayor Laut (P) Andi Johan yang kesehariannya menjabat Komandan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mamuju II-6-64.

Amanat Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Siwi Sukma Adji yang dibacakan Suratun mengatakan, momen yang hikmat ini harus dimaknai sebagai wujud rasa syukur kita kepada Tuhan yang maha esa.

"Bahwa Komando Armada RI hingga saat ini masih menjadi pilar TNI Angkatan Laut dalam menegakkan kedaulatan dan keamanan negara di laut," kata Suratun dalam rilis yang dikirim Kadispen Lantamal VI Kapten Laut (KL) Suparman Sulo.

Hal itu lanjut Suratun, juga menjadi momentum bagi prajurit matra laut untuk menghargai nilai heroisme, dan semangat pengabdian tanpa pamrih para pendahulu dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan.

"Dengan demikian, kita selaku generasi penerus prajurit Jalasena, harus mampu untuk meneruskan dan memegang teguh amanah pendahulu kita dalam melindungi segenap bangsa serta mengatasi berbagai potensi ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, mencermati perkembangan lingkungan strategis dalam kurun waktu belakangan ini. Maka, akan memahami bahwa segala sesuatu yang terjadi saat ini semakin sulit untuk diprediksi.

Dinamika keamanan di tingkat global dan regional begitu cepat berubah, tidak menentu dan dinamis telah menjadi faktor utama terbentuknya kompleksitas ancaman keamanan.

"Selain itu, munculnya berbagai ancaman berdimensi baru yang bersifat hibrida berupa kombinasi antara ancaman konvensional dengan aksi kriminal, serangan asimetrik dan serangan siber harus dapat diantisipasi dan dihadapi oleh seluruh jajaran Angkatan Laut termasuk Armada RI," tuturnya.

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved