Korem 141 Toddopuli

Sosialisasi di Jeneponto, Korem 141 Toddopuli Bahas Masalah UU ITE dan Radikalisme

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Vyati Makodim 1425 Jeneponto Jl Lanto Dg Pasewang, Keluraham Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, Rab

Sosialisasi di Jeneponto, Korem 141 Toddopuli Bahas Masalah UU ITE dan Radikalisme
ikbal/tribunjeneponto.com
Suasana sosialisasi Aula Vyati Makodim 1425 Jeneponto Jl Lanto Dg Pasewang, Keluraham Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, Rabu (4/12/2019) siang. 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Jajaran Korem 141 Toddopoli menggelar penyuluhan terpadu dan sosialisasi UU ITE dan bahaya paham radikalisme di Kodim 1425 Jeneponto.

Sosialisasi tersebut berlangsung di Aula Vyati Makodim 1425 Jeneponto Jl Lanto Dg Pasewang, Keluraham Balang, Kecamatan Binamu, Jeneponto, Sulsel, Rabu (4/12/2019) siang.

Materi dibawakan langsung KaKumrem 141 Toddopuli Chk Darwis dan Kabintal Rem 141 Toddopuli Lettu Yapet Appang.

KaKumrem 141 Toddopuli Mayor Chk Darwis menjelaskan penggunaan Handphone atau medsos ke setiap prajurit dan Persit.

"Agar seluruh prajurit paham dan mengerti UU penggunaan media sosial serta larangan dan sanksi bila salah menggunakan Medsos," katanya.

"Tidak ada larangan penggunaan Medsos oleh prajurit dan keluarganya tetapi pastikan penggunaannya ke hal positif," pungkasnya.

Sementara itu materi radikalisme yang dibawakan Lettu Yapet Appang menjelaskan soal radikalisme.

"Radikalisme adalah paham yang menginginkan perubahan dengan cara yang cepat drastis dan cenderung menggunakan kekerasan sebagai akibat dari kontroversi kebenaran merasa paling benar dan menyalahkan pihak lain," kata Lettu Yapet.

Lanjut Kabintel Rem 141 Toddopuli mengatakan ciri kelompok radikal antara lain fanatisme yang sempit sehingga menganggap kelompok lain salah, sikap keras yang menganggap perkara sunnah seakan jadi perkara wajib.

"Kasar dalam berinteraksi keras dalam berdakwa dan timbul permusuhan gampang untuk mengkafirkan yang tidak sesuai dengan kelompoknya menggunakan cara-cara teror seperti bom bunuh diri, penculikan untuk tarik perhatian public," jelasnya.

Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Irfan Amir berharap materi bisa dipahami dan dijadikan pelajaran tentang kejadian di kodim Kendari efek dari perbuatan seorang istri prajurit terhadap suaminya. (TribunJeneponto.com)

Laporan Wartawan TribunJeneponto.com @ikbalnurkarim

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved