Ballon dOr 2019
Raih Ballon d'Or 2019, Mengapa Lionel Messi?
Messi mengungguli dua kandidat terdekatnya, Virgil van Dijk dan Cristiano Ronaldo, yang berurutan menempati peringkat 2-3.
Bahkan beberapa bintang lapangan hijau yang pernah setim dengan Cristiano Ronaldo pun menyebut Lionel Messi sebagai pesepakbola jenius.
TRIBUN-TIMUR.COM - Megabintang Argentina dan FC Barcelona, Lionel Messi, meraih trofi Ballon d'Or 2019 sebagai penghargaan yang keenam kali untuknya.
Lionel Messi kembali menyabet penghargaan Pemain Terbaik Dunia melalui trofi Ballon d'Or 2019 dalam acara penganugerahan di Theatre du Chatelet, Paris, Senin (2/12/2019) waktu Paris atau Selasa (3/12/2019) dini hari waktu Indonesia.
Penyerang Argentina berusia 32 tahun itu meraih suara terbanyak berdasarkan hasil voting.
Messi mengungguli dua kandidat terdekatnya, Virgil van Dijk dan Cristiano Ronaldo, yang berurutan menempati peringkat 2-3.
Jajak pendapat Ballon d'Or 2019 dihimpun dari suara 180 jurnalis internasional di seluruh dunia.
Messi memenangi trofi individual bergengsi edisi 2019 setelah mengantar Barcelona menjuarai Liga Spanyol dan Piala Super Spanyol 2018-2019.
Ia juga menuntaskan kompetisi musim lalu sebagai top scorer Liga Spanyol dan Liga Champions, serta menyabet Sepatu Emas Eropa.
Sebelum mendapat anugerah Ballon d'Or, Messi lebih dulu meraih penghargaan The Best FIFA Men's Player 2019 atau Pemain Terbaik versi FIFA.
Bagi Messi, gelar ini menjadikannya sebagai kolektor Ballon d'Or terbanyak dengan jumlah 6 trofi.
Sebelumnya, Messi memenangi penghargaan serupa pada 2009, 2010, 2011, 2012, dan 2015.
Tekad Messi
Lionel Messi meraih penghargaan Ballon d'Or enam kali dalam 10 tahun terakhir yang mengiringi perjalanan kariernya dari pemuda lugu menjadi pria dewasa penguasa dunia.
Trofi bentuk apresiasi buat pemain terbaik di dunia itu hanya luput dari dekapan Messi pada penyelenggaraan tahun 2013, 2014, 2016, 2017 (Ronaldo menang), dan 2018 (Luka Modric).
Setelah menuntaskan 3 tahun paceklik Ballon d'Or, Messi sendiri merasakan perubahan sangat kentara dan emosional di antara gelar pertama dan terakhir itu.
"Saya ingin berterima kasih kepada semua jurnalis yang memilih saya. Juga kepada rekan setim. Sungguh luar biasa, terima kasih banyak," ucap Messi dalam pidato singkatnya setelah menerima trofi berbentuk bola yang berbalut lapisan emas tersebut.
"Beberapa tahun lalu (2009), saya menerima Ballon d'Or pertama saya di sini, di Paris. Saya masih berusia 22 tahun dan datang bersama tiga saudara saya. Sesuatu yang tidak terpikirkan waktu itu," katanya mengenang momen sedekade lalu.
Kini, sepuluh tahun berlalu, Messi kembali mendapatkan gelar yang sama dengan pendamping yang berbeda.
Bukan lagi pemuda yang lugu, dia kini menjadi seorang ayah yang menguasai dunia lewat raihan gelar pemain terbaik paling banyak dibandingkan manusia lain.
"Hari ini adalah Ballon d'Or keenam saya dan semuanya sungguh berbeda jauh. Saya tinggal dengan keluarga, istri dan anak-anak saya. Saya amat beruntung dan diberkati," katanya, dikutip BolaSport.com dari France Football.
Sudah berusia 32 tahun, Messi tidak akan berhenti menorehkan prestasi demi prestasi dalam kariernya pada masa mendatang.
"Saya masih memiliki tahun-tahun yang indah di depan saya. Waktu berlalu secara cepat, jadi saya ingin menikmati sepak bola, juga kehidupan bersama keluarga," tuturnya lagi.
Mengapa Messi?
Mungkin saja ada yang bertanya mengapa harus Lionel Messi lagi meraih trofi Ballon d'Or 2019?
Untuk pertanyaan itu, mari kita tengok capaian Messi di lapangan hijau.
Hingga hari ini, Messi telah menorehkan 614 gol untuk Barcelona.
Messi juga menorehkan 237 asis untuk Barcelona.
Penyerang Barcelona ini pun hingga hari ini sudah meraih enam trofi Sepatu Emas Eropa.
Pada musim lalu, Messi mencetak gol 36 kali di kasta tertinggi sepak bola Spanyol, La Liga. Secara keseluruhan, dia mencetak 51 gol di semua kompetisi musim lalu.
Itu merupakan kali keenam bagi Messi mencetak 50 gol lebih dalam satu klub.
Messi juga tercatat merupakan pemain pertama yang mencetak lebih dari satu trigol selama semusim di Liga Champions.
Pada Liga Champions 2011/2012, Messi mencetak hattrick hingga tiga kali yakni ke gawang Bayer Leverkusen, Viktoria Plazen, dan Bayern Munchen.
Hebatnya lagi, Messi mencetak hattrick lebih dari satu kali setelah tidak ada pemain yang bisa melakukannya sejak 1992.
Saat ini, Messi sudah mencetak 114 gol dari 140 pertandingan di Liga Champions.
Dia memiliki rasio 0,81 gol per pertandingan di kompetisi terbaik di Eropa tersebut.
Penampilan impresifnya ini tentu membuat banyak pesepak bola mengakuinya.
Apalagi performa dahsyat ini konsisten ditunjukkan Messi lebih dari satu dekade.
Bahkan beberapa teman satu tim Cristiano Ronaldo secara terbuka memuji Lionel Messi.
Perlu diketahui bahwa Ronaldo sudah main ke berbagai klub top sebut saja Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.
Orang pertama yang satu tim dengan Ronaldo dan mengakui bahwa Messi adalah yang terbaik yaitu Iker Casillas.
Saat Messi menjadi penentu kemenangan, Casillas melemparkan cuitan bahwa formula kesuksesan Barcelona adalah Ter Stegen dan Messi.
Kemudian yang kedua adalah Wayne Rooney yang pernah juga satu tim dengan Ronaldo di masa lalu. Rooney mengatakan bahwa Messi terbaik sepanjang masa dan Rooney mengatakan hal ini di berbagai kesempatan.
"Saya pikir saya sudah mengatakan ini sebelumnya, tetapi mereka berdua mungkin adalah dua pemain terbaik yang pernah bermain," tutur Rooney.
"Tapi menurutku, Messi lebih baik dan yang terbesar yang pernah ada," lanjutnya.
Yang ketiga ada Ryan Giggs. Legenda Manchester United ini melemparkan komentar yang sama dengan Wayne Rooney.
"Jelas saya condong ke arah Ronaldo sedikit karena saya bermain dengannya dan melihat dia berkembang sebagai pemain," katanya.
"Tapi Messi jenius, dia pemain yang hanya ada satu seumur hidup. Mungkin sesederhana itu," lanjutnya.
Yang keempat adalah Raul Gonzalez yang juga pernah satu tim dengan Ronaldo.
"Saya cukup beruntung untuk bermain dengan Zidane, Ronaldo, Figo, Cristiano. Tapi Messi berbeda," tutur Raul.
"Dia membuat semuanya begitu mudah bahkan yang tidak mungkin sekalipun. Dia seperti sedang bermain bersama teman-temannya," lanjut Raul.
Yang terakhir adalah Paul Scholes yang pernah menjadi senior dari Ronaldo. Bahkan Paul Scholes memiliki anggapan bahwa Messi adalah pemain serba bisa.
"Ronaldo sensasional dengan apa yang dia lakukan, dengan kecepatan dan kekuatan. Dia mencetak gol, dia melakukan tendangan bebas," tutur Scholes.
"Tetapi sebagai pemain bola serba bisa, Messi adalah yang terbaik," lanjutnya.
Tentu di masa depan ada banyak kemungkinan mantan rekan tim atau rekan tim Ronaldo yang mengakui Messi sebagai sosok pesepak bola terbaik di atas Ronaldo.
Dengan data dan pengakuan di atas, maka kita bisa memaklumi mengapa Lionel Messi lagi yang raih lagi trofi Ballon d'Or 2019.
Daftar pemenang trofi Ballon d'Or 10 tahun terakhir
2009 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2010 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2011 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2012 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2013 - Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2014 - Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2015 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
2016 - Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2017 - Cristiano Ronaldo (Portugal, Real Madrid)
2018 - Luka Modric (Kroasia, Real Madrid)
2019 - Lionel Messi (Argentina, Barcelona)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/lionel-messi-dan-penghargaan-ballon-d-or-fans-virgil-van-dijk-dan-cristiano-ronaldo-jangan-kecewa.jpg)