Pemprov Sulsel

Belum Terdaftar Melalui Regident Polda Sulsel, Bantuan Jepang Dianggap 'Bodong'

Hanya saja, terkait dengan kendaraan ini, hal tersebut rupanya belum bisa langsung dioperasikan. Alasannya, kendaraan ini terkendala dengan izin oleh

Belum Terdaftar Melalui Regident Polda Sulsel, Bantuan Jepang Dianggap 'Bodong'
Humas Pemprov Sulsel
Damkar bantuan Jepang ke Pemprov Sulsel mejeng di Rujab Gubernur Sulsel 

Pelanggarannya kata Aryo itu sangat, jelas mengoperasikan kendaraan bodong sama halnya mendukung aksi tindak kejahatan bagi pihak tertentu.

Adapun hukumannya masuk dalam Pasal 55 subpasal 480 KUHP tentang Penadah Hasil Curian dengan ancaman empat tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mendapatkan 38 unit armada, mobil pemadam kebakaran (damkar) dan ambulans dari pemerintah Jepang.

Acara ini dihadiri Pemerintah Jepang diwakili langsung Konjen Jepang untuk Makassar Miyakawa Katsutoshio, Presiden Ehime Toyata Motor Corporation, dan Ketua Perusahaan Kochi Toyota Motor Corporation.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengaku, bantuan hibah dari Jepang tersebut diperuntukkan untuk kemanusiaan.

Ia menyebutkan kendaraan yang dihibahkan Pemerintah Jepang ini diperkirakan senilai Rp 50 miliar.

Rencananya, pemprov akan membagikan armada ini kepada pemerintah kabupaten dan kota yang membutuhkan.

Nurdin membeberkan, untuk daerah yang dianggap membutuhkan dan sudah dijanjikan adalah Kabupaten Gowa.

Hanya saja lanjut Nurdin, ada syarat yang harus dilakukan sebelum proses penyerahan yakni Beacukai.

"Inikan untuk Sulawesi Selatan nanti kalau kita mau alihakan ke daerah, harus izin lagi ke Beacukai melalui kementerian keuangan, karena ini bantuan bebas biaya masuk.

Jadi tidak boleh di pindah tangankan, kalau harus pindahkan ke daerah harus minta izin ke Beacukai supaya penataan asetnya lebih bagus," kata Nurdin. (*)

Laporan wartawan Tribun Timur, Saldy

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved