Pemprov Sulsel

Pemprov Siapkan Rp 15 Miliar untuk Stunting, Bone dan Enrekang jadi Lokus Kerja

PLT Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Bachtiar Baso mengatakan keseriusan Pemprov Sulsel dalam menangani persolan stunting di tahun 2020 akan

Pemprov Siapkan Rp 15 Miliar untuk Stunting, Bone dan Enrekang jadi Lokus Kerja
saldy/tribuntimur.com
Plt Kadis Kesehatan Sulsel dr Bachtiar Baso. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan hingga pemerintah pusat rupanya sangat serius menangani stunting.

PLT Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, dr Bachtiar Baso mengatakan keseriusan Pemprov Sulsel dalam menangani persolan stunting di tahun 2020 akan berlangsung massif dan terstruktur.

Betapa tidak, di tahun mendatang penanganan stunting tidak sekedar kegiatan rutin para insan medis.

Tapi seluruh stakeholder terkait termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Sulsel juga turut terlibat.

Untuk tahun 2020, Dinkes Sulsel bakal menggelontorkan anggaran hingga miliaran didaerah yang memiliki penderita stunting terbanyak.

Sebanyak 11 kabupaten yang akan menjadi lokus penanganan stunting, dua daerah memiliki angkat penderita stunting terbanyak yakni Kabupaten Bone dan Enrekang.

Bachtiar mengatakan khusus untuk dua ini kabupaten ini, pihaknya akan melakukan agenda sosialisasi dan pendekatan medis kepada keluarga penderita dan penderita stunting itu sendiri.

"Bone dna Enrekang masing-masing kita siapkan Rp 4 miliar. Jadi total 8 miliar khusus di dua daerah ini," katanya.

Sedangkan sembilan kabupaten lainnya hanya diberikan Rp 7 miliar dengan dasar angka stunting paling banyak.

Adapun sembilan kabupaten itu, diantaranya Pangkep, Jeneponto, Gowa, Selayar, Pinrang, Sinjai, Takalar, Toraja, Toraja Utara, Luwu, Pinrang.

Halaman
123
Penulis: Saldy Irawan
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved