Tribun Makassar

Hadiri Seminar dan Lokakarya Nasional di Four Points, Staf Khusus BPIP Bilang Begini

Hal ini dia sampaikan di sela-sela Seminar dan Lokakarya Nasional Pusat-pusat Studi/Kajian Pancasila dalam Membumikan Pancasila di Perguruan Tinggi

Hadiri Seminar dan Lokakarya Nasional di Four Points, Staf Khusus BPIP Bilang Begini
hasim arfah/tribun-timur.com
Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP RI, Lia Kian 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI, Lia Kian, mengatakan meski bangsa Indonesia terpapar globalisasi tapi bukan pekerjaan susah supaya masyarakat ini bisa bangkit.

Hal ini dia sampaikan di sela-sela Seminar dan Lokakarya Nasional Pusat-pusat Studi/Kajian Pancasila dalam Membumikan Pancasila di Perguruan Tinggi dan Masyarakat di Four Points by Sheraton Hotel, Jl Andi Djemma, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (2/12/2019).

"Tidak susah meski perkembangan teknologi sangat dominan saat ini," katanya.

Menurutnya, segala kesusahan itu bisa diatasi dengan gotong royong.

"Dahulu bangsa kita bisa bangkit karena adanya gotong royong melawan penjajah, sekarang masa kita tak bisa," katanya.

Direktur Hubungan Antar Lembaga dan Kerja Sama BPIP, Elfrida Herawati Siregar mengatakan Pancasila selama ini hanya menjadi bagian pelajaran di sekolah-sekolah.

Selanjutnya, Pancasila tak boleh hanya menjadi bagian tapi harus menjadi pokok.

Sehingga, BPIP RI akan melakukan tiga pendekatan kepada masyarakat melalui struktural, institusi dan kultural.

"Kita akan dekati Kementerian Pendidikan untuk ke sekolah-sekolah, kita akan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara untuk ASN," katanya.

Sementara itu, Direktur Pengkajian Materi BPIP RI, Muhammad Sabry AR mengatakan, Pancasila bukan sebagai doktrin.

"Pancasila sebagai sumber inspirasi dan menjadi paradigma keilmuwan," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved