Dipha Barus
Dari Anak Band Hingga Jadi DJ Terkenal, Begini Awal Mula Dipha Barus Jatuh Cinta dengan EDM
Begitupula Dipha Barus. Usai banting setir dari seorang 'anak band', namanya semakin melambung ketika menjadi seorang Disc Jockey
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Sudirman
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Setiap orang memiliki alasan untuk menyukai atau mencintai sesuatu.
Begitupula Dipha Barus. Usai banting setir dari seorang 'anak band', namanya semakin melambung ketika menjadi seorang Disc Jockey dengan genre Electronic Dance Music.
Usai melihat penampilan seorang DJ asal Singapur, ketertarikan Dipha pada musik EDM mulai timbul.
Terlebih lagi ketika ia mengetahui DJ tersebut adalah seorang skater. Rasa penasaran Dipha terhadap EDM terus tumbuh hingga memilih untuk mempelajari jenis musik tersebut.
"Aku ngefans banget sama orang itu," tuturnya kepada Tribun Timur.
Sosok yang begitu diidolakan pria bernama lengkap Dipha Kresna Aditya Barus itu adalah Aphex Twin.
Berjalannya waktu, Dipha pun semakin mendalami dunia musik EDM dan menjadi mata pencaharianny hinga saat ini.
"Pas pulang ke Jakarta, langsung total belajar nge DJ secara autodidak," tutur pria yang sempat menempuh studi desain grafis di Limkokwing University, Malaysia.
Ia pun turut mengungkapkan alasannya begitu menyukai musik EDM.
"Karena musik ini adalah salah satu jenis musik yang reaksinya bisa kita lihat," katanya.
"Jadi kita bisa lihat reaksi tubuh pendengar. Mulai dari jaim hingga joget terus bisa buat happy pastinya. Jadi itu spesial banget," jelasnya.
Bahkan karya-karyanya mampu menarik perhatian pendengar dan di cintai Familia (sebutan fanbase Dipha Barus).
Melihat antusias pendengarnya tersebut, Dipha mengatakan merasa beruntung bisa diterima dengan karya EDM.
Ia juga mengartikan hal tersebut dapat menggambarkan sebuah peradaban yang maju saat ini.
"Berarti, masyarakatnya maju udah mau beradaptasi dengan budaya global tanpa meninggalkan ciri khas budaya kita sendiri," tuturnya.
"Dan itulah hebatnya masyarakat Indonesia, kita bisa menerima hal baru dan bisa beradaptasi tapi gak lupa akar. Contohnya saja genre musik ataupun sosial media," tambahnya.
Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dipha-barus-saat-wawancara-khusus.jpg)