Tribun Makassar

Tegakkan Perda, Satpol PP Makassar Minta Duit Rp 1,5 Miliar

Diketahui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan pemerintah setempat sepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Tegakkan Perda, Satpol PP Makassar Minta Duit Rp 1,5 Miliar
abd azis/tribun-timur.com
Suasana paripurna pengambilan keputusan terhadap rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2020 di Gedung DPRD Makassar, Sabtu (30/11/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Makassar mengusulkan program penegakan peraturan daerah (perda) dan peraturan wali kota (perwakilan) Makassar senilai Rp 1.587.906.050.

Ada lima item kegiatan dalam program itu.

Seperti pemeriksaan dan penyidikan pelanggaran perda, target 400 kasus dengan usulan anggaran Rp 338.610.000.

Kemudian penyuluhan atau sosialisasi perda dan perwali dengan jumlah peserta 600 orang. Anggaran yang diusulkan senilai Rp 219.728.500.

Lalu anggaran pembinaan penyidik aparatur sipil negara (ASN) sebanyak tiga orang senilai Rp 96 juta.

Ada juga kegiatan pembinaan, pengawasan, dan operasi yustisi kawasan tanpa rokok (KTR). Anggaran untuk kegiatan tersebut senilai Rp 823.152.550.

Terakhir sosialisasi ketentuan cukai rokok (DBHCHT). Satpol-PP Makassar mengusulkan anggaran kegiatan senilai Rp 110.415.000.

Diketahui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan pemerintah setempat sepakati Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020 menjadi APBD, Sabtu (30/11/2019).

Kesepakatan ini diteken pada sidang paripurna di lantai III gedung parlamen setempat, Jl AP Pettarani, Makassar pada pukul 17.00 wita.

Dalam sidang paripurna persetujuan penetapan rancangan peraturan daerah (Ranperda) tentang APBD 2020 menjadi peraturan daerah (Perda), disepakati pendapatan dalam APBD Makassar senilai Rp 4.138.870.000.000.

Sementara belanja langsung maupun tidak langsung dalam APBD Makassar senilai Rp 4.217.870.000.000. Artinya, ada defisit atau pengeluaran lebih banyak daripada belanja senilai Rp 79 miliar.

Penulis: Abdul Azis
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved