Tribun Gowa

Penasaran, Ratusan Warga Kunjungi Masjid Megah di Tengah Hutan Gowa

Masjid ini berlokasi di wilayah pegunungan. Letaknya di Kampung Langkowa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.

Penasaran, Ratusan Warga Kunjungi Masjid Megah di Tengah Hutan Gowa
Handover
Pantauan Masjid megah di tengah hutan yang ramai dikunjungi pendatang, Minggu (1/12/19). 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Keberadaan masjid megah di tengah hutan Gowa menarik perhatian masyarakat dalam satu minggu terakhir.

Keberadaan masjid megah yang berdiri di tengah hutan membuat masyarakat penarasan. Kini masjid megah itu ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah.

Masjid ini berlokasi di wilayah pegunungan. Letaknya di Kampung Langkowa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa.

Dalam sebuah foto yang diterima Tribungowa.com, Minggu (1/12/2019), tampak ratusan kendaraan roda dua memadati halaman masjid itu.

Nurfatmawati, misalnya. Perempuan ini mengaku penasaran dengan masjid megah itu. Ia pun memutuskan untuk datang melihat langsung.

Hasilnya, ia mengaku merasakan kesejukan dengan suasana alam di sana.

"Di dalam masjid benar-benar rasanya adem banget. Saya memang penasaran ingin melihat dan berkunjung," kisahnya, Minggu (1/12/2019).

Masjid megah di tengah hutan itu dilaporkan ramai dikunjungi pendatang dalam empat hari terakhir ini. Apalagi, masjid itu sedang viral dibahas netizen di dunia maya.

Warga yang datang dilaporkan bukan hanya dari Kabupaten Gowa. Tetapi juga dari Kabupaten Bantaeng, Jeneponto, Takalar.

Hal itu diungkapkan oleh Arrowa, warga asal Kecamatan Tompobulu. Ia melihat langsung animo masyarakat ketika datang langsung ke masjid itu.

"Rata-rata orang Bantaeng sama Jeneponto yang datang. Mereka penasaran makanya datang," katanya.

Salah satu pengunjung yang ia temui, Arfan, warga Bantaeng pemilik warung kopi di Talasalapang.

Ada pula juragan jagung di Kabuapten Jeneponto. Namanya Haji Sarham.

Masjid megah di tengah hutan itu dibangun oleh seorang pengusaha kopi dari Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.

Pengusaha itu bernama Puang Busli. Ia sengaja mendirikan masjid itu untuk tempat salat pekerja kebun kopinya serta warga dusun setempat.

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved