Tribun Wajo

GOR Lama Masih Terbengkalai, Pemda Wajo Ngebet Punya GOR Baru

Rangka beton bekas pembangunannya pun masih berdiri kokoh di kawasan sport center Andi Ninnong, Jl Rusa.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Sudirman
hardiansyah
Kondisi bekas pembangunan GOR Andi Ninnong yang terbengkalai dan kini disulap jadi kawasan kuliner. 

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Gelanggang Olahraga (GOR) Andi Ninnong di Sengkang, Kabupaten Wajo, kini terbengkalai.

Rangka beton bekas pembangunannya pun masih berdiri kokoh di kawasan sport center Andi Ninnong, Jl Rusa.

Kawasan tersebut kini malah disulap jadi kawasan kuliner. Tak ada regulasi yang mengatur alihfungsi tersebut.

Belum lagi selesai soal regulasi, Pemerintah Kabupaten Wajo kembali ngebet punya GOR. Anggaran sebesar Rp 15 M disiapkan untuk membangun gelanggang baru.

Pada Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Wajo, pembangunan GOR baru tipe B tersebut menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hal tersebut dibenarkan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Wajo, Junaidi Muhammad.

"Itu betul ada dana DAK untuk pembangunan GOR tipe B," katanya kepada Tribun Timur, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, GOR lama yang terbengkalai pembangunannya tersebut belum bisa dibanguni lagi, lantaran belum ada hasil ataupun rekomendasi dari pihak terkait sekaitan status bangunan terbengkalai tersebut.

"Kita sarankan pemerintah untuk kerjasama dengan pihak Unhas untuk melakukan penelitian terhadap GOR lama tersebut, bagaimana kondisinya apakah masih layak atau tidak," katanya.

Terpisah, Plt Kadis Bina Marga, Cipta Karya, Jasa Kontruksi, dan Penataan Ruang Kabupaten Wajo, Andi Pamenneri menyebutkan, pihaknya belum pernah menerima permintaan penilaian kelayakan GOR yang terbengkalai tersebut.

"Sampai saat ini belum pernah ada permintaan penilaian kelayakan dari Dinas Pendidikan atau dinas terkait, dan sampai saat ini kita juga belum tahu status nilai aset dari bangunan tersebut," katanya.

Sebelumnya, pembangunan gelanggang olahraga tersebut menggunakan APBD sebesar 1,5 m pada 2008 lalu.

Berdasar pada hasil audit BPKP, ada Rp 122 juta kerugian negara akibat adanya korupsi pada pembangunannya.

Enam orang telah dijebloskan dalam bui lantaran kasus tersebut. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved