Tribun Mamuju

Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi di Sulbar, Ini Penyebabnya

Kepala BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat Andi Rita mengatakan, perlu menjadi perhatian pemerintah untuk mencari model intervensi.

Angka Pernikahan Dini Masih Tinggi di Sulbar, Ini Penyebabnya
Nurhadi/tribun-mamuju.com
Kepala BKKBN Perwakilan Sulbar Andi Rita Mariani 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Angka pernikahan anak di Provinsi Sulawesi Barat masih tinggi.

Kepala BKKBN Perwakilan Sulawesi Barat Andi Rita Mariani mengatakan, perlu menjadi perhatian pemerintah untuk mencari model intervensi.

Hal ini diperkuat dengan pendataan keluarga terkait usia kawin pertama di Sulawesi Barat tahun 2017.

Bahwa untuk perempuan yang menikah dibawah usia 21 tahun mencapai 114.741 orang, dan laki-laki yang menikah di bawah usia 25 tahun mencapai 94.567 orang.

"Usia kawin anak kita masih tertinggi. Angka pastinya saya tidak berani menyebutkan itu ada di Kemenag, tapi alhamdulillah sudah ada penurunan," ujar Andi Rita.

Saat ini sudah galakkan juga program intervensi bekerjasama dengan Yayasan Manakarra dan forum pemerhati.

Pernikahan dini dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, ada khawatiran orang tua jika anak lambat menikah, dikatakan ada mindset yang muncul dari orang tua, makin tua anak makin tidak laku.

"Budaya perjodohan juga menjadi pengaruh, ekonomi tetap menjadi faktor utama, kemudian akses pendidikan,"katanya.

Juga karena budaya masyarakat utamanya di pedesaan. Antar keluarga bersepakat mengawinkan anaknya sesuai kesepakatan.

"Tapi ini susah kita deteksi, nanti pada saat menikah lalu kemudian cerai baru kita tahu,"jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved