BPOM Mamasa

Diminta Intervensi Ikan Berformalin di Mamasa, BPOM Bilang Begini

Sosialisai ini membahas tentang penyebaran informasi produk terapetik, obat tradisional, kosmetik komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

Diminta Intervensi Ikan Berformalin di Mamasa, BPOM Bilang Begini
Semuel Mesakaraeng/Tribun Mamasa
Pdt Yuliana Allo saat memberikan pernyataan pada kegiatan sosialisasi. 

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Badan Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju, Sulbar menggelar sosialisasi di Kabupaten Mamasa.

Sosialisasi ini membahas tentang penyebaran informasi produk terapetik, obat tradisional, kosmetik komplemen, pangan dan bahan berbahaya.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama tim penggerak PKK Kabupaten Mamasa, diikuti puluhan peserta dari berbagai komunitas.

Sosialisasi ini berlangsung di ruang pola Kantor Bupati Mamasa, Jumat (29/11/2019) pagi.

Saat materi sedang berlangsung, peserta yang hadir dipersilahkan bertanya sekaitan dengan materi itu.

Beberapa peserta yang kebanyakan ibu-ibu PKK pun secara bergantian memeberikan pertanyaan.

Termasuk salah satunya pengurus PPr Sinode Gereja Toraja Mamasa (GTM), Yuliana Allo.

Namun berbeda dengan penanya lainnya, Yulian justru meminta BPOM mengintervensi penyalahgunaan obat yang digunakan sebagai bahan pengawet ikan dan buah.

Yuliana menuturkan, beberapa waktu yang lalu ada penyampaian bahwa di Mamasa ada ikan yang mengandung bahan formalin, juga semangka disuntikkan dengan bahan pewarna.

Sehubungan dengan itu, ia mengaku jika tidak semua orang mengetahui, khususnya ibu-ibu yang ada di daerah terpencil, terkait bahaya formalin itu.

Halaman
12
Penulis: Semuel Mesakaraeng
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved