Ibu Kota Baru

Sekjen FDTI Tegaskan Ibu Kota Baru RI Harus Jadi Safety City

Gagasan ibu kota baru RI dinilai harus mampu tampil menjadi safety city bagi masyarakat Indonesia.

TRIBUN TIMUR/ARI MARYADI
Sekretaris Jenderal Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI), Dr Isradi Zainal menjadi salah satu narasumber Focus Grup Discusion di Kampus Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin, Kabupaten Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Gagasan ibu kota baru RI dinilai harus mampu tampil menjadi safety city bagi masyarakat Indonesia.

Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Dr Isradi Zainal yang juga Ketua umum Asosiasi Perusahaan Jasa K3 Riksa Uji Indonesia.

Isradi menilai, ibu kota negara baru tidak sekadar menjadi konsep Smart, Green dan Forest City, seperti yang digagas oleh Kementerian PUPR & Bappenas.

Tetapi juga Blue city seperti yang diusulkan FDTI saat Rapat Kerja Nasional FDTI di Balikpapan 9 November 2019 lalu.

"Selain itu IKNB juga harus menjadi Safety City yang menjamin keselamatan, keamanan dan kenyaman Kota dan warganya," katanya kepada Tribun Timur, Kamis (28/11/2019).

Isradi menegaskan jika masyarakat yang berada di ibukota baru membutuhkan kenyamanan tinggal dalam beraktivitas dan menjalani kehidupan.

Menurutnya, budaya keselamatan dan kesehatan harus dipastikan dalam hidup dalam masyarakat. Bahkan di semua aspek kehidupan.

"Semua sektor harus menerapkan konsep K3," bebernya.

Isradi yang juga merupakan Dekan FTI Uniba menyampaikan gagasan ini di hadapan sejumlah dekan fakultas teknik dari berbagai perguruan tinggi di Makassar.

Di antaranya Dekan FT Universitas Bosowa, Dekan FT Universitas Muhammadiyah Makassar, Dekan FT Universitas Islam Makassar, Dekan FT Universitas, Dekan FT UPRI.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved