Tribun Tana Toraja

Program Tana Toraja Tanpa Pasung, Pemda Datangkan 45 Dokter Spesialis Jiwa

Pemda Tana Toraja akan mendatangkan 45 dokter jiwa dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin

Program Tana Toraja Tanpa Pasung, Pemda Datangkan 45 Dokter Spesialis Jiwa
TRIBUN TIMUR/TOMMY PASERU
Rapat persiapan Dinas Kesehatan dan Pemda Tana Toraja untuk penanganan penderita gangguan jiwa di Tana Toraja, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNTORAJA.COM, MAKALE --Pemerintah Daerah (Pemda) Tana Toraja akan mendatangkan 45 dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Kamis (28/11/2019).

45 Dokter ini didatangkan untuk menangani 647 penderita gangguan jiwa melalui program Tatapan dan Deteksi Dini.

Mereka adalah dokter psikiatri asal Universitas Hasanuddin, Makasaar.

Informasi yang diterima, 45 dokter ini nantinya akan dibagi menjadi 17 tim.

Masing-masing tujuh tim menangani pasien pasung, enam tim menangani pasien tanpa pasung dan empat tim untuk sosialisasi Napza ke sekolah-sekolah.

Pelayanan kesehatan untuk penderita gangguan jiwa ini akan digelar serentak oleh 17 tim pada Sabtu (30/11/2019) diseluruh wilayah Tana Toraja.

Sementara, Bupati Tana Toraja, Nicodemus Biringkanae mengatakan, kegiatan ini adalah kegiatan yang besar.

Yang dimana, tenaga medis lokal harus dibantu tenaga medis dari luar.

"Tidak bisa hanya dilakukan petugas medis yang ada di Tana Toraja saja, sehingga kita harus libatkan petugas medis dari luar," ucap Nicodemus Biringkanae.

Tana Toraja, kata Nicodemus Biringkanae, tanpa pasung. Penderita gangguan jiwa harus mendapatkan pelayanan yang baik, seperti pada tiga program pembagunan "jangan biarkan rakyatku sakit".

Halaman
12
Penulis: Tommy Paseru
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved