Properti

93 Konsumen Akad Kredit Massal KPR BP2TB di BTN Panakukkang

Penandatanganan akad kredit massal ini berlangsung di BTN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Antang, Kamis (28/11/2019).

93 Konsumen Akad Kredit Massal KPR BP2TB di BTN Panakukkang
abdiwan/tribun-timur.com
Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Panakukkang menggelar penandatanganan akad kredit massal, di BTN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Antang, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Panakukkang menggelar penandatanganan akad kredit massal untuk konsumen yang mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

KPR dengan skema Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2TB).

Penandatanganan akad kredit massal ini berlangsung di BTN Kantor Cabang Pembantu (KCP) Antang, Kamis (28/11/2019).

Branch Consumer Lending Unit Head BTN Cabang Panakukkang, Dhendy Eka Ardyanto menjelaskan, akad kredit dengan skema BP2TB ini adalah akad massal BP2BT pertama di BTN Cabang Panakkukang.

Untuk diketahui, BP2TB adalah program kredit kepemilikan rumah bersubsidi yang disiapkan pemerintah selain Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

BP2TB merupakan program kerja sama antra BTN dan Kementerian PUPR yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka kepada masyarakat, yang telah memiliki tabungan untuk pembangunan rumah.

Dhendy mengatakan, untuk pertama ini, terdapat 93 konsumen yang menandatangani akad kredit dengan BTN Cabang Panakukkang.

"Pengajuan mereka mulai sejak awal program BP2TB hingga batas waktu pengajuan pada 14 November lalu. Setelah berkas disetujui kantor pusat, kita proses di cabang lalu gelar akad secara massal," kata dia.

Menurut Dhendy, KPR dengan skema BP2TB memang tak selaris skema FLPP yang saat ini kuotanya sudah habis, karena masih adanya kesalahan persepsi dari masyarakat.

"Memang lebih lama pengajuannya karena kita serahkan dulu berkas ke kantor pusat, kalau persayaratan pengajuan kredit sudah diterima, kita kemudian proses di cabang. Ini salah satu yang membuat BP2TB kurang diminati, belum lagi anggapan angsuran bunga tinggi dan tidak flat," kata Dhendy.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved