Sidang Putusan Abu Tours

Sidang Putusan Abu Tours Siang Ini, Jamaah Mulai Padati Lobi PN Makassar

Pasalnya, siang ini sekitar pukul 13.30 Wita sidang Abu Tours akan dilanjutkan dengan agenda sidang ialah, putusan koorporasi.

Darul Amri/Tribun Timur
Suasana di lobi Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Para jamaah Abu Tours muenunggu sidang lanjutan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Jamaah korban Abu Tours mulai padati lobi Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Jl RA Kartini, Rabu (27/11/2019) siang ini.

Pasalnya, siang ini sekitar pukul 13.30 Wita sidang Abu Tours akan dilanjutkan dengan agenda sidang ialah, putusan koorporasi.

"Iya dek, sidangnya siang ini. Katanya jam satu lewat tiga puluh, ini kita menunggu," kata salah satu jamaah kepada tribun.

Pantauan tribun, belasan jamaah korban Abu Tours mulai berdatangan dan berada di lobi PN Makassar sejak 11.00 Wita.

Sebelumnya, terdakwa Abu Tours, Hamzah Mamba alias Abu Hamzah dituntut Jaksa, denda sebagai koorporasi, Rp 1 miliar.

Tuntutan ini dalam sidang lanjutan kasus korporasi Abu Tours di PN Makassar, Rabu (16/10/2019) sore, beberapa waktu lalu.

Terdakwa Abu Hamzah, pemilik sekaligus CEO Abu Tour dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) soal kasus Pencurian Uang.

JPU Nana Riana mengatakan, tuntutan itu disesuaikan dengan korporasi yang dinilai telah pailit, itu setelah dipertimbangkan.

"Ini kan sudah ada dinyatakan telah pailit, jadi kita tuntutnya satu miliar (Rp 1 miliar)," ungkap JPU Nana, usai sidang waktu itu.

Jaksa sebutkan, Abu Tours telah terbukti secara sah dan meyakinkan, melakukan tindak pidana pencurcian uanh (TPPU).

Hal itu sesuai pasal 3 junto Pasal 6 nomor 8 tahun 2010, terkait soal Pencegahan dan Pemberantasan Pidana Pencucian Uang.

Kata Nana, dendanya maksimal itu Rp 100 miliar. Tapi tim Jaksa mempertimbangkan, dan salah satunya itu penyelamatan aset.

Suasana di lobi Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Para jamaah Abu Tours muenunggu sidang lanjutan.
Suasana di lobi Pengadilan Negeri (PN) Makassar. Para jamaah Abu Tours muenunggu sidang lanjutan. (Darul Amri/Tribun Timur)

Tapi, jika denda Rp 1 miliar tidak dibayar. Maka berdasar pada UU Pencucian Uang, Jaksa bisa saja lakukan penyitaan aset.

"Jika asetnya terdakwa tidak ada, maka si terdakwa ini menjalani kurungan pengganti selama satu tahun kedepan," jelas Nana.

Nana berharap, aset milik korporasi Abu Tour masih ada. Karena terakhir, tim jaksa menyita aset berupa emas Rp 70 juta.

"Aset terakhir kan kemarin berupa emas senilai 70 juta, itu kita sudah kembalikan ke korban melalui kurator," tambah Nana.

Pada sidang agenda pembacaan tuntutan perkara korporasi, terdakwa Abu Hamzah didampingi pengacara, Eflin Sinaga. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved