Maudu Lompoa Cikoang

Tetap Lestari Hingga Kini, Begini Perayaan Ma'udu Lompoa di Takalar

Kegiatan ini merupakan bentuk perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw yang dikemas secara adat.

Tetap Lestari Hingga Kini, Begini Perayaan Ma'udu Lompoa di Takalar
ari/tribungowa.com
Kapal hias berisi bakul Ma'udu pada Perayaan Ma'udu Lompoa di Cikoang Kabupaten Takalar 

Kedua, katanya, sejumlah masyarakat yang menderita sakit seringkali diberi kesembuhan dari penyakitnya.

Ia meyakini pengangkatan sakit itu adalah bentuk hidayah dari Sang Khalik.

"Kami meyakini, obat paling ampuh kalau sakit ya merayakan Ma'udu Lompoa," bebernya.

Ketiga, perayaan Ma'udu Lompoa akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Cikoang.

"Kalau mau naik pangkat atau mengejar karir, bisanya dimudahkan setelah mengikuti Ma'udu Lompoa. Kami meyakini itu," bebernya.

Bagi Kareang Sibali, perayaan Ma'udu Lompoa merupakan wujud kecintaan kepada Rasullah serta menjaga warisat adat leluhur.

Pada perayaan tahun 2019 ini, sebanyak 123 kapal hias dihadirkan para warga. Kapal hias itu dinamakan Julung-julung. Isinya puluhan telur, songkolo' hingga ayam goreng.

Sajian makanan yang disuguhkan dibuat secara adat. Ayam goreng itu adalah ayam kampung peliharan, tidak dibolehkan ayam potong. Ayam dikurung satu bulan lalu mandikan sebelum disembelih.

"Begitupun proses menggorengnya, harus memakai minyak kelapa asli," kata Ketua Panitia M Yunus Aidid Karaeng Sibali kepada Tribun.

Ratusan kapal hias itu ditempatkan di tepi pantai untuk mengenang jalur masuk penyebaran Islam di Sulawesi Selatan pada abad ke-16, yakni mendarat di tepi pantai Cikoang.

Halaman
123
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved