Tambang Emas di Mamuju

Polda Sulbar Temukan Tambang Emas Ilegal di Mamuju Tengah, Penambang Sudah Hasilkan 300 Gram Emas

Sekitar 300 gram emas sudah dihasilkan oleh sekitar 400 penambang dalam waktu satu bulan terakhir.

Polda Sulbar Temukan Tambang Emas Ilegal di Mamuju Tengah, Penambang Sudah Hasilkan 300 Gram Emas
Nurhadi/Tribun Sulbar
Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharudin Djafar diwawancarai usai Coffee Morning dengan wartawan di Warkop 85 Ditlantas Jl Ahmad Kirang, Mamuju. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Aktivitas penambangan emas ilegal di Desa Salule'bo, Kabupaten Mamuju Tengah ditemukan Polda Sulawesi Barat.

Sekitar 300 gram emas sudah dihasilkan oleh sekitar 400 penambang dalam waktu satu bulan terakhir.

Karos Ops Polda Sulbar Kombes Pol Moh Subchan mengatakan, pihaknya terus malukan monitoring dengan melakukan pendataan dan mengamankan Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelaku penambangan.

"Kami sudah memeriksa tujuh orang yang menjadi punggawa dari penambangan emas ilegal ini. Tujuh orang ini yang bertanggungjawan ke semua penambang,"kata Karos Ops kepada wartawan.

Kombes Subchan menyebutkan luas penambangan sekitar 1 hektar. Jaraknya sekitar 15 km dari pusat kota Mamuju Tengah. Sekitar 10 km menggunakan perahu dan berjalan kaki kurang lebih 5 km.

"Mereka menggunakan cara manual atau mendulang. Hasilnya sudah ada 300 gram dalam waktu kurang dari satu bulan,"ujarnya.

Subchan menambahkan, rencananya hari ini Kapolda akan melakukan rapat membahaa penambangan emas ilegal dengan melibatkan stakeholder terkait.

"Seperti Dinas ESDM, KLH, BPN untuk melihat status atau posisi lokasi penambangan. Apakah tanah HPT atau KPH, nanti pertanahan yang akan menentukan, yang jelas ini sudah pasti ilegal tidak bisa dibiarkan,"tegasnya.

Ia mengungkapkan Kapolsek Topoyo sudah berupaya menghentikan aktivitas ini. 1 Oktober lalu seluruh penambang keluar dari lokasi. Namun 22 Oktober kembali masuk sampai sekarang.

"Kita awasi terus, Kapolsek sudah tegaskan tidak boleh ada penambang lagi. Hari ini kita akan tidak lanjuti dengan rapat untuk menetukan langkah-langkah, harus ada tahap demi tahan untuk menyikapi ini, karena yang dihadapi ini adalah masalah perut. Kita jangan liat hasil dan harganya, tapi harus kita liat perjuangannya,"ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved