Tribun Wajo

VIDEO: Suasana Aksi Unjuk Rasa di Kantor Dinas PMD Wajo

Aksi unjuk rasa dalam rangka Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada 4 Desember 2019.

Olehnya, Herinyanto Ardi meminta Dinas PMD Kabupaten Wajo mendiskualifikasi calon yang bermasalah secara administrasi.

Bahkan, jika kandidat tersebut tetap diloloskan maka pemilihan kepala desa mesti ditunda, dan Syamsul Bahri diminta untuk mundur dari jabatannya.

Dirinya pun dituding tidak netral dan berpihak pada salah satu calon kepala desa yang sedang berkontestasi.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Wajo, Syamsul Bahri menyebutkan, bahwa dugaan dirinya tidak netral pada perhelatan Pilkades serentak 2019 di Kabupaten Wajo adalah asumsi.

"Kalau saya dikatakan tidak netral itu asumsi, kalau hari ini saya terbukti saya siap mengundurkan diri," katanya.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan sekaitan adanya indikasi penggunaan dokumen palsu oleh salah satu bakal calon kepala desa.

Menurutnya, pihak panitia belum bisa memastikan penggunaan dokumen palsu tersebut, lantaran seluruh berkas yang distor telah lolos verifikasi berkas.

"Kami tidak punya wewenang untuk bilang itu palsu atau bukan, hasil verifikasi berkasnya lengkap, ada tanda tangan kadis dan kepala sekolahnya," katanya.

Meski demikian, dengan adanya laporan tersebut, pihak PMD tetap melakukan konfirmasi ke instansi terkait untuk memastikan keabsahan dokumen. (TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Langganan berita pilihan tribun-timur.com di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved