Tribun Wajo

VIDEO: Warga Sabbangparu Minta Rumah Bernyanyi Segera Ditutup, Ini Alasannya

Sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Sompe mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo, Senin (25/11/2019).

TRIBUN-WAJO.COM, SENGKANG - Insiden berdarah di salah satu rumah bernyanyi di Kelurahan Sompe, Kecamatan Sabbangparu, Kabupaten Wajo, membuat masyarakat sekitar geram.

Sejumlah tokoh masyarakat di Kelurahan Sompe mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wajo, Senin (25/11/2019).

Salah satu tokoh masyarakat, Asriadi Latif dengan tegas meminta segala aktifitas rumah bernyanyi yang ada di Kelurahan Sompe dan Kelurahan Talotenreng, agar segera ditutup.

"Kami meminta kepada anggota DPRD dan segera menyampaikam mitra kerjanya, merekomendasikan baik langsung ataupun tidak langsung menutup secara permananen kegiatan rumah bernyanyi," katanya.

Diketahui, seorang pria paruh baya bernama Iwan bin Massalissi (49) merengang nyawa setelah ditikam oleh orang tak dikenal (OTK).

Belum diketahui pasti penyebab OTK tersebut menikam Iwan.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Timur, sebelum insiden berdarah terjadi, ada keributan di pintu masuk rumah bernyanyi.

Para pengunjung berhamburan keluar dan berkerumun. Tiba-tiba OTK tersebut mengeluarkan sebuah badik dan menikam Iwan lalu melarikan diri.

Hingga kini, pelaku pun belum ditemukan dan masih dalam pengejaran pihak kepolisian.

Asriadi Latif menambahkan, kegiatan rumah bernyanyi yang ada di Kecamatan Sabbangparu mengarah kepada hal-hal negatif.

Halaman
12
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved