Tribun Luwu Utara

Persentase Penduduk Miskin Luwu Utara Tertinggi ke-3 di Sulsel, Berikut Penjelasan Kepala Bappeda

Persentase Penduduk Miskin Luwu Utara Tertinggi ke-3 di Sulsel, Berikut Penjelasan Kepala Bappeda

Persentase Penduduk Miskin Luwu Utara Tertinggi ke-3 di Sulsel, Berikut Penjelasan Kepala Bappeda
chalik/tribunlutra.com
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Luwu Utara Rusydi Rasyid. 

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Kemiskinan tidak bisa dipahami dengan satu dimensi.

Demikian dikatakan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Luwu Utara, Rusydi Rasyid.

Munurut dia, penanggulangan kemiskinan yang sudah multi kompleks harus melalui pendekatan beberapa indikator yang multi dimensi pula.

"Ada kemiskinan absolut, kemiskinan struktural, kemiskinan kultural, dll," kata Rusydi, Senin (25/11/2019).

Penanggulangan kemiskinan dengan mengejar 'rangking' menurut dia bukanlah tujuan, tetapi sejauh mana persentase tingkat kemiskinan dapat ditekan.

"Sekedar menengok ke belakang sejarah pengentasan kemiskinan di Luwu Utara, pada tahun 2009, angka kemiskinan 16,40 persen (urutan ke-7) termiskin, tahun 2010 turun menjadi 16,24 persen (urutan ke-5)," jelas dia.

Mestinya, lanjutnya urutan lebih baik karena persentase turun, tapi faktanya rangking malah turun.

"Karena kemiskinan tidak diukur dari seberapa besar uang dan harta yang dimiliki, tapi seberapa besar pengeluaran yang ia belanjakan untuk memenuhi kebutuhan riilnya," katanya.

Logika sederhana, indikasi kemiskinan ketika rumahnya masih lantai tanah berdinding papan, makan dua kali atau kurang dalam sehari.

Pakaian yang dikenakan jarang diganti, berobatnya ke dukun bukan ke dokter, meskipun memiliki uang sekoper atau kerbau puluhan ekor tetap masuk kategori miskin.

Halaman
1234
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved