Tribun Palopo

Mahasiswa Unanda Palopo Ajar Petani Jagung Atasi Hama Ulat Grayak

Petani setempat sudah berkali-kali melakukan penyemprotan pestisida kimia, namun populasi hama di lapangan justru semakin meningkat.

Mahasiswa Unanda Palopo Ajar Petani Jagung Atasi Hama Ulat Grayak
Ist
Mahasiswa KKN Unanda Palopo melakukan penyuluhan cara mengatasi hama ulat grayak di Desa Limbong Wara, Kecamatan Malangke Barat, Kabupaten Luwu Utara. 

TRIBUNLUTRA.COM, MALANGKE BARAT - Petani jagung di Kabupaten Luwu Utara diresahkan dengan serangan hama ulat grayak atau Fall Armyworm (FAW).

Tak terkecuali petani jagung di Desa Limbong Wara, Kecamatan Malangke Barat.

Petani setempat sudah berkali-kali melakukan penyemprotan pestisida kimia, namun populasi hama di lapangan justru semakin meningkat.

Mahasiswa KKN Unanda Palopo posko Limbong Wara, menggelar penyuluhan pertanian, Sabtu (23/11/2019).

Hadir sebagai narasumber, Sunaryo Syam selaku perwakilan dari Fakultas Pertanian Unanda.

Pemateri menjelaskan sebaran FAW, biologi, perilakunya, hingga strategi dan rekomendasi pengendalian.

"Untuk mengenali FAW ini tidak begitu sulit. Salah satu ciri khasnya yaitu pada bagian kepala ulat terdapat motif berbentuk huruf Y terbalik yang membedakannya dengan ulat grayak spesies lain," kata Sunaryo via rilis, Senin (25/11/2019)

Untuk pengendalian, alumnus Ilmu Serangga IPB ini merekomendasikan jika tingkat serangan di lapangan rendah, sebaiknya tidak menggunakan insektisida kimia.

Sebab tanaman jagung cukup toleran terhadap kerusakan daun.

"Pengunaan insektisida kimia dapat memicu terjadinya resistensi atau kekebalan hama terhadap racun, serta dapat membunuh musuh alami dari ulat grayak tersebut, sehingga populasi hama di lapangan justru bisa semakin meningkat," katanya.

Halaman
12
Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved