Isu Presiden Bisa Jabat 3 Periode

Soal Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Nasdem Pecah Kongsi

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choiri, Kamis (21/11/2019), menolak usul perubahan masa jabatan presiden yang saat ini maksimal dua periode

Soal Masa Jabatan Presiden Tiga Periode, Nasdem Pecah Kongsi
Tribunnews.com
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan sambutan saat Perayaan Ulang Tahun ke-8 Partai nasdem di JIExpo, Jakarta, Senin (11/11/2019). Acara tersebut sekaligus penutupan Kongres ke-II Partai Nasdem. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUN-TIMUR.COM - Partai Nasional Demokrat (Nasdem) pecah dalam menanggapi usulan amandemen Pasal 7 Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 agar presiden dapat dipilih tiga kali seperti diusulkan pertama kali oleh pengamat intelijen senior Suhendra Hadikuntono, Senin (11/11/2019) lalu.

Ketua DPP Partai Nasdem Effendy Choiri, Kamis (21/11/2019), menolak usul perubahan masa jabatan presiden yang saat ini maksimal dua periode, menjadi tiga periode.

"Cukup dua periode dengan lima tahun per periode. Enggak perlu diutak-atik lagi," ujarnya.

Padahal sebelumnya, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh membuka kemungkinan untuk melakukan amandemen terhadap UUD 1945 agar Presiden Joko Widodo bisa menjabat hingga tiga periode.

Dalam artikel yang dirilis media berbahasa Inggris, Senin (18/11/2019), Surya Paloh menyebut akan menggulirkan wacana amandemen UUD 1945 terkait masa jabatan presiden dan wakil presiden yang hanya boleh menjabat selama dua kali.

Surya Paloh mengatakan bakal meminta respons dari semua pihak selama tiga tahun ke depan mengenai wacana tersebut.

Jika diterima, maka dirinya yang akan mengajukan amandemen itu.

Respons yang sama juga datang dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo yang juga membuka kemungkinan presiden menjabat tiga periode melalui amandemen UUD 1945, sebagaimana pendapat Surya Paloh.

Bamsoet, panggilan akrab Bambang Soesatyo, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11/2019), menyatakan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam menyosialisasikan amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.

Salah satunya kemungkinan presiden dapat dipilih tiga kali atau untuk tiga periode.

Halaman
123
Editor: Ansar
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved