Tribun Kampus

Kepala LLDikti Wilayah XI Dukung Pendidikan Taat Pajak Jadi Pelajaran

Acara yang dilangsungkan di Singgasana Hotel Makassar ini, dihadiri perwakilan kepala sekolah, guru, dosen, dan pengurus Tax Center di lingkungan Kota

Kepala LLDikti Wilayah XI Dukung Pendidikan Taat Pajak Jadi Pelajaran
Sanovra/tribun-timur.com
Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) mengadakan acara Gathering Pemangku Kepentingan Pendidikan dalam rangka optimalisasi Program Inklusi Pajak tahun 2019, Jumat (22/11/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sulawesi Selatan, Barat, dan Tenggara (Sulselbartra) mengadakan acara Gathering Pemangku Kepentingan Pendidikan dalam rangka optimalisasi Program Inklusi Pajak tahun 2019, Jumat (22/11/2019).

Acara yang dilangsungkan di Singgasana Hotel Makassar ini, dihadiri perwakilan kepala sekolah, guru, dosen, dan pengurus Tax Center di lingkungan Kota Makassar.

Hadir juga Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XI Sulawesi dan Gorontalo Prof Dr Jasruddin.

Prof Jasruddin mengatakan, budaya taat bayar pajak memang harus dibenahi, dan itu bisa dimulai dari dunia pendidikan.

“Menurut hemat saya, sesuai arahan presiden dan menteri bahwa masalah kita sekarang adalah budaya dan karakter. Banyak memang harus kita benahi, salah satunya kesadaran membayar pajak,” kata Jasruddin.

“Oleh sebab itu pajak memang harus menjadi bagian dari karakter. Pajak itu bukan sekadar soal jumlah yang kita bayar, tapi apakah kita taat aturan. Nah mengikuti aturan adalah karakter yang harus diikuti seluruh warga negara,” sambungnya.

Jasruddin mengaku sangat setuju ketika nanti di perguruan tinggi karakter kebangsaan, kedisiplinan, dan lain sebagainya menjadi satu bagian pelajaran yang harus diterapkan.

“Tapi saya bilang softskill tidak bisa selalu teori, harus dilakukan. Tak berarti memasukkan karakter kebangsaan, anti korupsi, taat pajak, dan lalu lintas harus dalam mata kuliah, tapi dia jadi bagian proses pendidikan kita yang saya sebut doing by learning,” katanya.

Menurut mantan Direktur Pascasarjana UNM ini, soft skill seharusnya dilakukan terlebih dahulu baru dipelajari teorinya.

“Karakter itu bukan teori tapi dilakukan. Oleh sebab itu peguruan tinggi akan kita dorong agar menjadikan ketaatan pajak sebagai budaya bangsa. Pajak itu harus jadi bagian karakter bangsa kita,” pungkasnya.

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved